
Kebakaran melanda kawasan permukiman padat di Jalan Kandea 3 Lorong 2 dan 3, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Senin (10/8/2026) malam.
BPBD Makassar memastikan penanganan tidak berhenti pada fase kedaruratan. Asesmen lanjutan akan menjadi dasar menentukan kebutuhan bantuan logistik hingga langkah rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan.
“Api memang sudah padam, tetapi bagi warga terdampak, persoalan belum selesai. Pemerintah harus hadir pada fase pemulihan. Kami akan melihat apa yang paling mendesak dan apa yang dibutuhkan untuk mempercepat recovery warga,” kata Kepala Pelaksana BPBD Makassar.
BPBD juga akan melihat kebutuhan layanan dukungan psikososial atau trauma healing, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan yang mengalami dampak psikologis akibat kebakaran.
Proses pemadaman dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar. Berdasarkan laporan awal di lapangan, sekitar 50 unit armada dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut.
Selain Damkar dan BPBD Kota Makassar, penanganan turut melibatkan TNI, Polri, Tagana, TBM dan PMI Kota Makassar. Akses menuju lokasi kebakaran dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, namun masih memerlukan identifikasi lebih lanjut oleh pihak yang berwenang.
BPBD Kota Makassar menyatakan data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui berdasarkan hasil asesmen lanjutan di lapangan.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Tim akan terus bekerja dan melakukan pembaruan data sebagai dasar langkah pemulihan berikutnya,” ujarnya. (*)
-300x181.webp)







