ISTANBUL, UNHAS.TV- Direktorat Komunikasi Republik Türkiye (Republic of Türkiye Directorate of Communications) merilis pesan Idul Fitri Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, di platform media sosial X (30/3). Paling tidak, ada lima poin utama yang disampaikan: 1. Doa dan Harapan untuk Idul Fitri, 2. Keprihatinan terhadap Krisis Global, 3. Komitmen terhadap Keamanan Nasional. 4. Rekonstruksi Pasca-Gempa di Istanbul. 5. Seruan terhadap Keadilan dan Pemerintahan yang Baik.
Pesan Idul Fitri itu tak satupun menyinggung soal demonstrasi yang cukup mencekam saat ini di Turki. Demonstrasi besar-besaran itu dipicu oleh penangkapan Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu, pada tanggal 19 Maret 2025. Aksi protes mulai membesar dan meluas sejak tanggal tersebut, dengan puncaknya terjadi pada hari Sabtu, 29 Maret 2025, ketika ribuan orang turun ke jalan di distrik Maltepe, Istanbul.
Demonstrasi itu diinisiasi oleh Partai Rakyat Republik (CHP), partai oposisi utama Turki. Ini adalah aksi besar pertama sejak penangkapan Wali Kota Istanbul, Ekrem İmamoğlu, pada 19 Maret 2025, yang memicu gelombang protes terbesar dalam satu dekade terakhir. (Reuters, 30 Maret 2025)
Ribuan orang diperkirakan akan turun ke jalan di distrik Maltepe, Istanbul, dalam aksi yang dipimpin oleh CHP. Mereka menuntut pembebasan İmamoğlu, sosok karismatik yang penangkapannya memicu 10 hari protes jalanan yang mengguncang Turki. (The Guardian, 29 Maret 2025)
Penangkapan İmamoğlu dan Respons Publik
Penangkapan İmamoğlu pada 19 Maret 2025 memicu kemarahan publik dan kecaman internasional. Organisasi hak asasi manusia seperti Amnesty International dan Human Rights Watch mengecam tindakan represif pemerintah Turki terhadap para pengunjuk rasa. (Al Jazeera, 21 Maret 2025)
Aksi yang dijadwalkan dimulai pukul 09.00 GMT di Maltepe, sisi Asia Istanbul, menjadi unjuk rasa besar pertama yang dipimpin CHP sejak Selasa lalu (26 Maret 2025). Aksi ini juga digelar menjelang perayaan Idul Fitri yang menandai berakhirnya bulan Ramadan. (BBC, 30 Maret 2025)
İmamoğlu, yang dipandang sebagai satu-satunya politisi Turki yang mampu menantang Presiden Recep Tayyip Erdoğan dalam pemilihan mendatang, telah dicalonkan sebagai kandidat presiden CHP untuk pemilihan 2028. (CNN, 27 Maret 2025)