MAKASSAR, UNHAS.TV - Jemaah haji kloter pertama Debarkasi Makassar asal Kabupaten Soppeng tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (2/6/2026) dini hari.
Mereka kembali ke tanah air setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji selama lebih dari satu bulan di Tanah Suci.
Kedatangan jemaah disambut suasana haru. Sejumlah keluarga dan petugas tampak menunggu proses pemulangan yang dilanjutkan ke Asrama Haji Sudiang Makassar.
Para jemaah turun dari pesawat melalui garbarata, fasilitas yang untuk pertama kalinya digunakan dalam proses pemulangan jemaah haji Embarkasi Makassar tahun ini. Setelah itu, mereka menaiki bus menuju Asrama Haji Sudiang.
Sebanyak 391 jemaah tergabung dalam kloter pertama tersebut. Mereka merupakan bagian dari total 16.728 jemaah haji Debarkasi Makassar yang dijadwalkan kembali secara bertahap.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, mengatakan jumlah jemaah yang tiba tidak sama dengan data awal pemberangkatan.
“Hari ini kita telah menerima kloter pertama Embarkasi Makassar dari Kabupaten Soppeng sejumlah 391 jemaah. Di awal pemberangkatan ada satu jemaah yang tidak berangkat, dan saat proses di Armuzna ada satu jemaah asal Soppeng yang masih dirawat,” kata Ikbal di Asrama Haji Sudiang.
Menurut Ikbal, seluruh jemaah yang tiba berada dalam kondisi baik. Setelah diterima secara resmi di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, mereka diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng untuk dipulangkan ke daerah masing-masing.
Salah seorang jemaah asal Soppeng, Nasyta, menyampaikan rasa syukur karena dapat menyelesaikan seluruh rukun haji dengan lancar. Ia menilai pelayanan pemerintah selama di Tanah Suci berjalan baik, terutama dalam hal transportasi, konsumsi, dan akomodasi.
“Syukur, kami bisa melaksanakan semua rukun haji dengan lancar. Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan petugas haji betul-betul bersinergi membimbing kami,” ujar Nasyta.
Ia juga mengapresiasi perhatian petugas selama jemaah menjalani ibadah. Menurut dia, kebutuhan makan jemaah terpenuhi dengan baik. “Dalam hal konsumsi, kami tidak pernah mengalami kelaparan. Setiap waktu makan tersubsidi dengan baik, lengkap dengan protein dan karbohidrat,” katanya.
Meski proses pemulangan kloter pertama berlangsung lancar, PPIH Embarkasi Makassar mencatat masih ada jemaah yang menjalani perawatan di Arab Saudi. Ikbal mengatakan satu jemaah asal Soppeng masih dirawat karena gangguan pernapasan.
Selain itu, hingga awal proses debarkasi, sebanyak 15 jemaah Embarkasi Makassar dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci.
Dari jumlah tersebut, sembilan orang berasal dari Sulawesi Selatan. Keluhan kesehatan yang paling banyak dialami jemaah selama ibadah haji, kata Ikbal, adalah sesak napas dan penyakit jantung.
“Rata-rata keluhannya sesak napas dan jantung. Usianya macam-macam, ada yang 50-an dan ada yang 60-an,” ujar Ikbal.
PPIH berharap jumlah jemaah yang meninggal tidak bertambah hingga seluruh proses pemulangan selesai. Ikbal juga mendoakan seluruh jemaah yang tiba di tanah air memperoleh haji mabrur.
Setelah proses penerimaan di Asrama Haji Sudiang, jemaah kloter pertama asal Soppeng langsung diarahkan mengikuti tahapan administrasi dan penyerahan kepada pemerintah daerah. Mereka kemudian dipulangkan ke Kabupaten Soppeng pada malam yang sama.
(Wandi Nojeng / Unhas TV)
JAMAAH HAJI - Penerimaan Kloter 1 Makassar di Asrama Haji Sudiang, Selasa (2/6/2026) dini hari. Jamaah haji asal kabupaten Soppeng berjumlah 391 orang. (Unhas TV/Wandi Nojeng)








