Sosial
Sulsel

Tim SAR Evakuasi Dua Pendaki Wanita, Alami Cedera dan Sesak Napas di Gunung Bulubaria

EVAKUASI - Tim SAR Makassar mengerahkan tim penyelamat untuk mengevakuasi dua pendaki perempuan yang mengalami kondisi darurat di Gunung Bulubaria, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (24/5/2026). (Dok Basarnas Makassar)

GOWA, UNHAS.TV - Badan SAR Nasional (Basarnas) Makassar mengerahkan tim penyelamat untuk mengevakuasi dua pendaki perempuan yang mengalami kondisi darurat di Gunung Bulubaria, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Keduanya dilaporkan tidak dapat turun secara mandiri karena mengalami cedera dan gangguan pernapasan saat berada di jalur pendakian.

Laporan kondisi membahayakan manusia itu diterima Basarnas Makassar pada Sabtu (23/5/2026) malam, sekitar pukul 22.45 WITA. Informasi pertama disampaikan Mustain, anggota Tim Rescue Bulubaria yang berada di lapangan.

Dua pendaki tersebut adalah Azizah, 24 tahun, dan Sumaya, 25 tahun. Azizah dilaporkan mengalami cedera kaki dan berada di Pos 4 Gunung Bulubaria. Adapun Sumaya mengalami serangan asma di lokasi yang lebih tinggi, yakni Pos 8.

Kondisi medan pegunungan, jarak antarlokasi korban, serta situasi malam hari membuat evakuasi harus dilakukan secara hati-hati. Kedua korban memerlukan bantuan medis dan tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan turun tanpa pendampingan tim penyelamat.



EVAKUASI - Tim SAR Makassar mengerahkan tim penyelamat untuk mengevakuasi dua pendaki perempuan yang mengalami kondisi darurat di Gunung Bulubaria, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (24/5/2026). (Dok Basarnas Makassar)


“Kami telah menerima laporan terkait adanya dua pendaki perempuan yang membutuhkan pertolongan di Gunung Bulubaria," kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, Minggu (24/5/2026).

"Satu korban mengalami cedera kaki dan satu lagi mengalami asma. Tim rescue langsung kami instruksikan untuk bergerak menuju lokasi guna melakukan penanganan dan evakuasi,” lanjutnya.

Tim SAR gabungan kemudian membagi penanganan evakuasi secara taktis karena kedua korban berada di pos berbeda. Langkah itu dilakukan agar penyelamat dapat menjangkau korban lebih cepat tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

Operasi penyelamatan melibatkan Tim Rescue Basarnas Makassar, Tim Rescue Bulubaria, Mapala UMI, potensi SAR lain, serta masyarakat sekitar. Mereka bergerak menembus jalur pendakian yang menantang untuk membawa korban ke titik aman.

Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi kedua korban turun dari jalur pendakian. Setelah tiba di titik aman, keduanya akan diserahkan kepada tim medis untuk mendapat perawatan lanjutan. (*)