Ekonomi
Pendidikan

Kolaborasi Perdana Unhas dan Hiroshima University, Startup Kampus Tembus Lintas Negara

Vice President of International Exchange and Japanese Language Education Hiroshima University, Prof Koike Kazuhiko. (unhas tv/venny septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin bersama Hiroshima University menggelar seminar kolaborasi startup lintas negara di Lae-Lae 1 Room, Swiss-Belhotel Makassar, Minggu (15/2/2026).

Pertemuan ini mempertemukan startup Jepang dan startup binaan kampus Unhas sebagai langkah awal membangun jejaring kewirausahaan global berbasis perguruan tinggi.

Seminar bertajuk “Building a New Ecosystem through Co-Creation: The Role of Hiroshima University Alumni Association Indonesia and Hasanuddin University in Supporting Students Startups” itu turut melibatkan Hiroshima University Alumni Association Indonesia (HUAAI).

Kegiatan ini menjadi pertemuan perdana antara ekosistem startup kedua kampus, dengan agenda utama presentasi model bisnis serta penjajakan peluang kolaborasi.

Sebanyak empat perusahaan rintisan asal Jepang dan lima startup Unhas tampil memaparkan inovasi masing-masing.

Dari Jepang, hadir Ellipsys Inc. yang bergerak di bidang pengembangan teknologi informasi dan transformasi digital.

Kemudian Enne Co Ltd dengan produk chatbot berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung operasional bisnis.

Lalu Tradish Inc. yang fokus pada revitalisasi budaya lokal Matsuri serta Starbells Inc. yang bergerak dalam pendampingan pendidikan dan perencanaan karier siswa.

Sementara itu, lima startup Unhas menampilkan inovasi berbasis potensi lokal dan keberlanjutan. Pertama SitiNaja Coco mengolah sabut kelapa menjadi produk ramah lingkungan.

Kedua Tanio mengembangkan makanan sehat dengan kandungan protein dan serat tinggi. Ketiga Kalosi menghadirkan kemasan makanan berbahan pelepah pinang sebagai alternatif pengganti plastik sekali pakai.

Keempat Cycle Value berfokus pada pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah, termasuk budidaya maggot untuk mendukung ekonomi sirkular.

Dan kelima, adapun Aquanotes mengembangkan teknologi sensor pintar guna mengoptimalkan kualitas air tambak dan hatchery.



Kepala Subdirektorat Inkubator dan Startup Unhas, Afdal SE MSc PhD Ak. (unhas tv/venny septiani)


Kepala Subdirektorat Inkubator dan Startup Unhas, Afdal SE MSc PhD Ak., menilai forum ini membuka ruang pembelajaran strategis bagi pengelolaan startup berbasis kampus.

Menurut dia, kehadiran perusahaan rintisan dari Hiroshima University memberi perspektif baru bagi mahasiswa dan pengelola inkubator Unhas.

“Startup kita menjadi punya peluang untuk melihat seperti apa startup di luar, terutama dari Hiroshima University yang merupakan kampus besar dengan startup unggulan di bidang teknologi. Jadi mahasiswa belajar, kami sebagai pengelola juga belajar bagaimana pengelolaan startup di kampus seperti Hiroshima University,” ujar Afdal.

Ia menambahkan, seminar ini merupakan inisiatif bersama kedua perguruan tinggi untuk mempertemukan para pelaku startup sejak dini. Tujuannya agar tercipta kolaborasi konkret di masa mendatang.

“Ini seminar pertama. Kami berharap akan ada pertemuan lanjutan karena ini sangat baik bagi kedua kampus, terutama bagi Unhas,” katanya.

Strategi Kolaborasi Jangka Panjang

Dari pihak Jepang, Vice President of International Exchange and Japanese Language Education Hiroshima University, Prof. Koike Kazuhiko, menegaskan kemitraan dengan Unhas menjadi bagian penting dalam strategi kolaborasi jangka panjang.

Ia menyebut pertemuan ini sebagai uji coba awal yang mempertemukan mahasiswa dan wirausaha muda dari dua negara dengan latar bidang berbeda.

Menurut Koike, perbedaan fokus bisnis justru menjadi kekuatan. Variasi sektor—mulai dari teknologi, pendidikan, budaya, hingga pangan dan kelautan—berpotensi melahirkan inovasi lintas disiplin.

Ia berharap diskusi yang lebih mendalam dapat menghasilkan bidang kolaborasi baru yang sebelumnya tidak terbayangkan.

Koike juga mengungkapkan rencana pembangunan kampus satelit Hiroshima University di lingkungan Unhas.

Kehadiran kampus satelit itu, kata dia, akan menjadi simbol kolaborasi yang lebih erat, tidak hanya di bidang pendidikan formal tetapi juga dalam penguatan kewirausahaan mahasiswa.

“Student entrepreneurship akan menjadi salah satu pilar utama kolaborasi universitas,” ujarnya.

Melalui seminar ini, kedua perguruan tinggi berupaya membangun ekosistem startup yang saling melengkapi. Kolaborasi diharapkan tidak berhenti pada presentasi ide, melainkan berlanjut pada riset bersama, pengembangan produk, hingga perluasan pasar lintas negara.

Pertemuan perdana ini sekaligus menandai langkah awal diplomasi inovasi antara Indonesia dan Jepang di level kampus. Bagi Unhas, kerja sama tersebut menjadi peluang memperluas jejaring internasional serta meningkatkan daya saing startup mahasiswa di pasar global.

Sedangkan bagi Hiroshima University, kolaborasi ini membuka akses pada potensi sumber daya, kreativitas, dan pasar Asia Tenggara.

Kedua pihak sepakat, penguatan kewirausahaan mahasiswa menjadi jembatan strategis dalam membangun hubungan akademik yang lebih produktif.

Seminar lintas negara ini pun diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang mempertemukan ide, teknologi, dan semangat kolaborasi generasi muda Indonesia dan Jepang.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)