Internasional

Korban Banjir di Nepal Capai 600 Jiwa, 2.426 Hilang

BATU - Batu besar ikut tersapu banjir hebat di wilayah Nepal. Foto: X

UNHAS.TV - Jumlah korban banjir di wilayah Nepal sudah mencapai 600 jiwa. Jumlah itu dihitung sejak bencana itu terjadi empat hari lalu. Pihak pemerintah meyakini jumlah korban tewas akan terus bertambah seiring penemuan korban yang terperangkap di dalam lumpur.

Selain korban tewas, jumlah orang yang dinyatakan hilang juga meningkat menjadi 2.426 orang, 517 orang di antaranya adalah warga negara asing yang kebanyakan merupakan warga negara India.

Upaya penyelamatan tidak berjalan mulus karena hujan kadang-kadang turun dan menyulitkan pencarian korban. Sejumlah tim penyelamat juga tidak berani bertindak pada situasi itu, terlebih setelah muncul peringatan tentang potensi banjir bandang kembali akan terjadi.

Dari sekian orang yang berhasil ditemukan terperangkap puing-puing rumah yang berlumuran lumpur, salah satunya adalah Guna Maya Bohara, seorang nenek berusia 97 tahun. 

Guna ditemukan terperangkap di antara puing rumah tempat perlindungan. Ia ditemukan dalam keadaan hidup dan penuh lumpur dan setelah itu langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Dipak Bohara, keponakan Guna, sengaja berangkat dari Kathmandu untuk ikut menyelamatkan tantenya. Bersama dengan tim penyelamat, Guna berhasil dikeluarkan. "Ia laksana kesatria saat berhasil diselamatkan," ujar Dipak Bohara.

Banjir hebat ini terjadi karena gumpalan es besar di daerah ketinggian jatuh dan mencair menjadi aliran air yang mengalir deras ke tempat rendah dan menyapu sebagian besar rumah warga. 

Warga yang tidak menyadari hal itu, lalu ikut tersapu banjir dan tidak bisa menyelamatkan diri. Bukan cuma warga Nepal saja yang menjadi korban, tetapi juga warga Tibet dan China karena lokasi bencana berada di wilayah perbatasan.(*)