Mahasiswa
Pendidikan

Kuliah Tamu Teknik Sistem Perkapalan Unhas, Maksimalkan Empat Tahun di Kampus Tentukan Masa Depan

KULIAH TAMU - Departemen Teknik Sistem Perkapalan FT Unhas menggelar kuliah tamu bertajuk “Menjadi Mahasiswa Paripurna” di Lecture Theater 1, Gedung CSA Fakultas Teknik Unhas, Gowa, Rabu (1/4/2026). (Unhas TV/Venny Septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Departemen Teknik Sistem Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin menggelar kuliah tamu bertajuk “Menjadi Mahasiswa Paripurna” di Lecture Theater 1, Gedung CSA Fakultas Teknik Unhas, Gowa, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan ini menghadirkan alumni Teknik Sistem Perkapalan angkatan 2012 yang kini menjadi praktisi industri, Ir Muhammad Saepul Aswadi ST IPM untuk membagikan pandangan ihwal pentingnya memaksimalkan masa kuliah sebagai fondasi masa depan.

Puluhan mahasiswa dari berbagai angkatan, mulai 2020 hingga 2025, mengikuti kegiatan tersebut. Forum ini tak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman, tetapi juga ajakan bagi mahasiswa untuk memandang masa studi sebagai fase pembentukan diri yang utuh, bukan semata-mata mengejar capaian akademik.

Saepul Aswadi, yang kini menjabat Founder dan Chairman ASD Group, menekankan bahwa mahasiswa perlu berproses secara menyeluruh selama di kampus.

Menurut dia, empat tahun masa kuliah adalah waktu yang sempit, tetapi justru menentukan arah kehidupan dalam jangka panjang.

Karena itu, mahasiswa tidak cukup hanya berfokus pada nilai akademik, melainkan juga perlu menumbuhkan pengalaman organisasi, jejaring, dan kedisiplinan personal.

“Teman-teman diajak untuk menjadi mahasiswa seutuhnya, diajak untuk berpikir, memahami, dan bisa bertindak nanti bagaimana ke depannya mereka bisa melangkah,” kata Saepul dalam pemaparannya.

Ia menyebut masa kuliah sebagai “laboratorium kehidupan”, tempat mahasiswa menguji kebiasaan, tanggung jawab, dan cara mengambil keputusan.

Menurut dia, keberhasilan pada masa depan sering kali ditentukan oleh hal-hal yang terlihat sederhana selama kuliah, seperti datang tepat waktu, disiplin mengerjakan tugas, dan menjalankan amanah organisasi dengan sungguh-sungguh.



KULIAH TAMU - Departemen Teknik Sistem Perkapalan FT Unhas menggelar kuliah tamu bertajuk “Menjadi Mahasiswa Paripurna” di Lecture Theater 1, Gedung CSA Fakultas Teknik Unhas, Gowa, Rabu (1/4/2026). (Unhas TV/Venny Septiani)


Saepul juga mengingatkan pentingnya keberanian untuk terus mencoba. Mahasiswa, kata dia, tidak perlu takut memulai dari hal kecil.

Dalam proses itu, mereka perlu aktif mencari mentor, bertanya kepada senior, dan memanfaatkan bimbingan dosen sebagai bagian dari pembelajaran di luar ruang kelas.

Kesiapan Menyusun Langkah Masa Depan

Pesan serupa mengemuka dari moderator kegiatan, Muhammad Rafli Almanar, S.T. Ia mengatakan konsep mahasiswa paripurna tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi menyangkut kesiapan diri yang utuh dalam menyusun langkah masa depan.

Menurut dia, kesiapan itu harus ditopang oleh nilai-nilai dasar yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Rafli menyoroti tiga kata kunci yang, menurut dia, penting dipegang mahasiswa: kerja keras, disiplin, dan konsisten. Ia menyingkatnya sebagai KDK. Tiga prinsip itu, kata dia, menjadi bekal dasar untuk menempuh proses akademik maupun kehidupan setelah lulus.

“Kerja keras, disiplin, dan konsisten, ini tiga poin penting yang teman-teman mahasiswa terapkan ke depannya,” ujar Rafli.

Ia menambahkan, pesan itu ia petik dari momentum wisuda Unhas Juli 2025, dan dinilainya tetap relevan untuk mahasiswa yang sedang menyiapkan diri menghadapi dunia kerja maupun jenjang karier berikutnya.

Dalam konteks perkuliahan, KDK dianggap sebagai prinsip yang sederhana, tetapi kerap sulit dijalankan secara berkelanjutan.

Antusiasme peserta tampak selama sesi diskusi. Sejumlah mahasiswa mengajukan pertanyaan seputar pengembangan diri, pentingnya organisasi, hingga cara membangun jejaring sejak masa kuliah.

Diskusi itu menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mencari motivasi, tetapi juga panduan praktis untuk menata langkah setelah menyelesaikan studi.

Salah satu peserta, Rayhan Reza, mengaku kuliah tamu tersebut memberinya perspektif baru tentang pentingnya bersosialisasi dan membangun relasi sejak dini.

Menurut dia, pengalaman para senior yang sudah menempuh proses lebih dulu memberi gambaran konkret tentang bagaimana mahasiswa bisa mempersiapkan diri untuk masa depan.

Rayhan menilai kegiatan seperti ini membantu mahasiswa memahami bahwa keberhasilan tidak lahir secara tiba-tiba setelah lulus, melainkan dibentuk dari pengalaman, kebiasaan, dan keberanian untuk terlibat dalam berbagai proses semasa kuliah.

Melalui kuliah tamu ini, Departemen Teknik Sistem Perkapalan Unhas menegaskan pentingnya pembinaan mahasiswa yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga matang dalam karakter, jejaring, dan orientasi masa depan.

Di tengah tantangan dunia kerja yang kian kompetitif, kampus tampaknya ingin menanamkan satu pesan sederhana kepada mahasiswanya: masa kuliah harus dijalani secara penuh, sebab dari sanalah masa depan mulai dibentuk. 

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)