LOS ANGELES, UNHAS.TV - Turki menutup fase grup Piala Dunia dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Amerika Serikat setelah Kaan Ayhan mencetak gol penentu pada detik-detik terakhir pertandingan.
Meski hasil itu tidak mengubah posisi kedua tim di klasemen Grup D, laga diwarnai penampilan rapuh lini belakang Amerika yang tampil dengan banyak pemain pelapis.
Pelatih Amerika Serikat Mauricio Pochettino memang memilih merotasi skuad setelah timnya memastikan diri sebagai juara Grup D hanya dalam dua pertandingan.
Sejumlah pemain inti diistirahatkan, memberi kesempatan kepada para pelapis tampil sejak menit pertama.
Amerika justru memulai pertandingan dengan meyakinkan. Baru tiga menit laga berjalan, mereka membuka keunggulan melalui bek Auston Trusty. Gol bermula dari situasi sepak pojok kedua yang diperoleh Amerika secara beruntun.
Bola mengarah ke Trusty yang melepaskan penyelesaian ke tiang dekat dan gagal diantisipasi penjaga gawang Turki.
Keunggulan itu hanya bertahan beberapa menit. Kesalahan koordinasi lini belakang Amerika memberi ruang bagi bintang Real Madrid, Arda Guler, untuk berdiri bebas berhadapan dengan kiper Matt Turner.
Gelandang muda itu tidak menyia-nyiakan peluang dan mencetak gol pertama Turki sepanjang turnamen.

Arda Guler menginspirasi Turki meraih kemenangan hiburan di Piala Dunia 2026. (Screenshot The Sun)
Turki semakin percaya diri setelah gol penyeimbang. Serangan mereka berulang kali mengeksploitasi pertahanan Amerika yang tampil dengan komposisi baru.
Pada menit ke-31, Orkun Kokcu membawa Turki berbalik unggul. Gol berawal dari rangkaian umpan pendek yang membuka ruang bagi Erener Elmali di sisi kiri. Umpan matang kemudian diselesaikan Kokcu tanpa kesulitan.
Tuan Rumah Bangkit di Babak Kedua
Amerika baru mampu merespons setelah turun minum. Empat menit babak kedua berjalan, kemelut hasil lemparan ke dalam membuat bola bergulir ke luar kotak penalti.
Sebastian Berhalter langsung menyambarnya dengan tendangan setengah voli yang meluncur deras ke gawang Turki. Gol itu menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Berhalter tampil sebagai pemain paling menonjol di kubu Amerika. Selain mencetak gol, gelandang Vancouver Whitecaps itu juga berkontribusi dalam membangun serangan sepanjang pertandingan.
Suasana stadion mulai hidup ketika Christian Pulisic dimasukkan pada pertengahan babak kedua menggantikan Tim Weah.
Kehadiran kapten Amerika langsung memberi energi baru bagi permainan timnya. Pulisic bahkan nyaris membawa Amerika kembali unggul pada menit ke-63, tetapi peluangnya hanya melintas tipis di sisi gawang Turki.
Pochettino kembali melakukan perubahan pada menit ke-76 dengan memasukkan Alex Freeman, Sergino Dest, dan Alex Zendejas menggantikan Joe Scally, Brendan Aaronson, serta Gio Reyna. Namun pergantian itu gagal meningkatkan kualitas pertahanan maupun efektivitas serangan Amerika.
Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Turki mencuri kemenangan. Pada masa tambahan waktu, Kaan Ayhan menyambar bola dari jarak dekat untuk menaklukkan Matt Turner. Gol itu menjadi penutup dramatis sekaligus memastikan kemenangan 3-2 bagi Turki.
Di balik hasil pertandingan, sorotan terbesar tertuju pada buruknya performa lini belakang Amerika Serikat. Empat pemain bertahan yang diturunkan sejak awal beberapa kali kehilangan koordinasi dan kalah dalam duel satu lawan satu.
Trusty dan Joe Scally kesulitan membendung serangan dari kedua sisi lapangan, sementara Miles Robinson serta Mark McKenzie melakukan kesalahan yang berujung pada gol Turki.
Kiper Matt Turner juga gagal tampil meyakinkan. Beberapa kali ia terlambat mengantisipasi pergerakan lawan dan tidak mampu memberikan rasa aman bagi lini pertahanan.
Kekalahan ini tidak memengaruhi status Amerika sebagai juara Grup D. Pada babak 32 besar, tim asuhan Pochettino dijadwalkan menghadapi Bosnia dan Herzegovina. Namun laga melawan Turki menjadi peringatan bahwa kedalaman skuad Amerika masih menyisakan pekerjaan besar.
Perbedaan kualitas antara pemain inti dan pelapis terlihat jelas. Pochettino kini berharap seluruh pemain utamanya tetap bugar karena kehilangan satu bek inti saja berpotensi mengubah keseimbangan permainan timnya di fase gugur. (*)
MENIT TERAKHIR- Striker Kaan Ayhan mencetak gol kemenangan bagi Turki lewat tendangan di menit terakhir atas tuan rumah Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026) pagi. (Screenshot The Sun)





-300x186.webp)


