News

Mahasiswa KKN Tematik Bencana Unhas Kedatangan Korban Patah Jari

PATAH - Mahasiswa KKN Unhas menangani korban patah jari di Manggarai Timur. Foto: Unhas

MANGGARAI TIMUR, UNHAS.TV - Tim Kuliah Kerja Nyata Gelombang 117 Tematik Tanggap Bencana Universitas Hasanuddin (Unhas) memberikan pertolongan darurat kepada seorang warga yang mengalami cedera serius di Desa Satarpunda Barat, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (25/8/2026) malam.

Warga Kampung Gongger Bawah itu terluka ketika bekerja sebagai tukang kayu. Bagian atas ibu jari tangan kanannya nyaris terputus hingga mengenai tendon. Korban juga mengeluhkan nyeri hebat dan pusing sehingga membutuhkan penanganan segera.

Anggota Tim KKN Tematik Tanggap Bencana Unhas, Muhammad Aflahal Mukmin, mengatakan tim langsung membersihkan luka dan memberikan pertolongan awal sebelum mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan.

“Korban mengalami luka berat pada ibu jari tangan kanan. Bagian atas jari hampir terputus hingga mencapai tendon,” kata mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unhas angkatan 2023 itu.

Pertolongan awal diberikan oleh tiga anggota tim berlatar belakang kesehatan. Mereka adalah Lantar Maulana Anugerah Daiva dan Reynhard Kanna Lengkong dari Program Studi Pendidikan Dokter serta Muhammad Rizky Rivaldo dari Program Studi Pendidikan Dokter Gigi.

Setelah luka dibersihkan dan ditangani sementara, korban dibawa menggunakan sepeda motor menuju Puskesmas Pembantu terdekat di Satarpunda Barat.

Penggunaan sepeda motor dipilih dengan mempertimbangkan keterbatasan akses dan kondisi infrastruktur yang masih terdampak gempa.

Dari Puskesmas Pembantu, korban selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Darurat Borong Kolong Reo Atas. Tim medis kemudian melakukan penjahitan luka sebagai bagian dari penanganan lanjutan.

Satarpunda Barat merupakan salah satu wilayah operasi Tim KKN 117 Unhas. Wilayah itu masuk kategori Ring 1 atau kawasan prioritas utama karena berada di sekitar daerah yang terdampak langsung dan membutuhkan respons serta pemantauan intensif.

Aflahal mengatakan kejadian tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat dalam situasi pascabencana tidak hanya berupa bantuan logistik.

Pelayanan kesehatan dan kemampuan merespons keadaan darurat secara cepat juga menjadi kebutuhan penting.

“Dalam kondisi seperti ini, kebutuhan masyarakat bukan hanya bantuan logistik,” ujarnya. “Akses terhadap layanan kesehatan dan kemampuan merespons kondisi darurat secara cepat juga sangat penting.”

Penanganan korban menjadi bagian dari pelayanan Tim KKN 117 Tematik Tanggap Bencana Unhas selama masa tanggap darurat.

Selain menjalankan program kemanusiaan dan pelayanan masyarakat, mahasiswa di lapangan memberikan respons awal terhadap kejadian tidak terduga sebelum korban memperoleh tindakan medis.

Tim tersebut masih menjalankan kegiatan bersama masyarakat di sejumlah wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur. Kegiatan diarahkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan warga, dan proses pemulihan masyarakat pascabencana. (*)