Pendidikan

Mahasiswa KKN Unhas Bagi pengetahuan Olah Sampah Jadi Kompos dan Briket di Desa Allakuang, Sidrap

LIMBAH - Mahasiswa KKN di Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, melaksanakan program kerja pengolahan limbah menjadi briket dan kompos.

SIDRAP, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Siti Chairunnisa, melaksanakan program kerja pembuatan kompos di Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Jumat pekan lalu.

Kegiatan dihadiri perwakilan dusun yang ada di Desa Allakuang agar mereka bisa menyebarkan informasi tersebut kepada masyarakat tentang pengolahan sampah organik di lingkungan tempat tinggal mereka.

Program ini muncul karena sampah organik rumah tangga masih belum dikelola optimal. Masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa sampah organik tidak hanya sekadar dibuang tetapi dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.

Kegiatan diawali pentingnya pengelolaan sampah organik, manfaat kompos bagi tanah dan tanaman, lalu dilanjutkan praktik pembuatan kompos menggunakan bahan-bahan di lingkungan sekitar.

Andi Siti Chairunnisa memperagakan tahapan penyusunan bahan kompos secara berlapis serta penggunaan larutan dekomposer EM4 dan molase untuk membantu mempercepat penguraian. Peserta juga belajar mengenai cara perawatan kompos, proses pengadukan, serta ciri-ciri kompos yang telah matang dan siap digunakan.

Program kerja lainnya yakni yang dilaksanakan Nathania Kiara Saputri melalui kegiatan pengolahan limbah sekam padi menjadi briket. Acara tersebut juga dihadiri perwakilan dari setiap dusun di Desa Allakuang.

Program ini dilaksanakan karena masih banyak limbah sekam padi belum dikelola optimal dan hanya dianggap sebagai sampah. Masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa limbah sekam tidak hanya sekadar dibuang atau dibakar, tetapi dapat diolah menjadi produk briket sebagai bahan bakar alternatif. 

Nathania Kiara Saputri mengawali penjelasan singkat pentingnya pengolahan limbah pertanian serta manfaat briket bagi efisiensi energi rumah tangga.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan briket menggunakan bahan-bahan sederhana. Peserta juga diajarkan tahapan pengarangan sekam, pencampuran dengan bahan perekat, hingga proses pencetakan agar briket menjadi padat. 

Peserta juga diberikan penjelasan mengenai cara pengeringan serta ciri-ciri briket yang sudah kering sempurna dan siap untuk digunakan sebagai bahan bakar.(*)