Ekonomi
Mahasiswa

Mahasiswa Unhas Gandeng Grab, Dorong Digitalisasi UMKM di Maritengngngae

MERCHANT GRAB - Mahasiswa KKNT-UMKM Gelombang 116 Universitas Hasanuddin mendampingi pelaku UMKM di Kecamatan Maritengngae, Sidenreng Rappang, mendaftar Merchant Grab. Kegiatan ini dilakukan untuk memperluas pemasaran digital melalui kolaborasi bersama Grab setempat. (Dok KKN-T UMKM Unhas)

SIDRAP, UNHAS.TV — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KKNT-UMKM) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggandeng Grab Wilayah Sidenreng Rappang (Sidrap).

Mahasiswa ajak Grab untuk memperluas akses pemasaran digital pelaku UMKM di Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kolaborasi tersebut difokuskan pada pendampingan pendaftaran pelaku usaha menjadi Merchant Grab. Sebanyak 12 UMKM telah didampingi dan berhasil didaftarkan melalui program tersebut.

Program ini berangkat dari hasil observasi mahasiswa pada pekan pertama pelaksanaan KKN. Mereka menemukan jumlah pelaku UMKM di Maritengngae cukup banyak dengan beragam produk yang dinilai berpotensi dipasarkan lebih luas melalui platform digital.

Namun, sebagian pelaku usaha masih menghadapi kendala untuk masuk ke ekosistem digital. Proses pendaftaran sebagai Merchant Grab, misalnya, dianggap cukup rumit oleh sejumlah pelaku UMKM. Pengetahuan mengenai manfaat pemasaran melalui platform digital juga masih terbatas.

Sebagian UMKM bahkan masih mengandalkan pola pemasaran konvensional, terutama promosi dari mulut ke mulut. Kondisi tersebut membuat jangkauan konsumen cenderung terbatas pada lingkungan sekitar tempat usaha.

Melihat persoalan itu, mahasiswa KKNT-UMKM Unhas kemudian berkoordinasi dengan Grab Wilayah Sidenreng Rappang. Kerja sama tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMKM melewati proses administrasi pendaftaran sekaligus mengenalkan peluang pemasaran melalui layanan digital.

Pendampingan dilakukan secara bertahap. Mahasiswa lebih dahulu melakukan observasi lapangan untuk memetakan potensi dan kebutuhan UMKM. Mereka kemudian mendata pelaku usaha yang memenuhi persyaratan sebagai calon Merchant Grab sebelum berkoordinasi dengan pihak Grab.

Setelah proses pendataan, mahasiswa mendampingi pelaku usaha dalam tahapan pendaftaran. Hasil observasi dan pendampingan selanjutnya dihimpun sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut program.

Pendampingan menyasar UMKM di seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Maritengngae. Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Rijang Pitu, Majjelling, Majjelling Wattang, Pangkajene, Wala, Lautang Benteng, dan Lakessi, serta Desa Tanete, Allakkuang, Kanie, Sereang, dan Takkalasi.

Pihak Grab Wilayah Sidenreng Rappang mengapresiasi program tersebut karena dinilai dapat memberikan kontribusi langsung terhadap proses digitalisasi usaha mikro dan kecil.

Kolaborasi antara mahasiswa, perusahaan penyedia platform, dan pelaku usaha juga dinilai menjadi salah satu cara mempercepat edukasi mengenai pemasaran digital di tingkat lokal.

Melalui keikutsertaan sebagai Merchant Grab, pelaku UMKM diharapkan memiliki kanal pemasaran tambahan selain penjualan langsung. Platform digital dapat membuka akses terhadap konsumen yang lebih luas sekaligus memberi peluang bagi usaha kecil untuk meningkatkan daya saing.

Mahasiswa KKNT-UMKM Gelombang 116 Unhas berharap program tidak berhenti setelah pendaftaran merchant selesai. Pendampingan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha untuk semakin terbiasa menggunakan teknologi dalam pemasaran dan pengembangan bisnis.

Kolaborasi ini juga diarahkan menjadi model awal yang dapat diterapkan di wilayah lain. Digitalisasi UMKM dinilai semakin penting agar usaha lokal mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan perkembangan pasar berbasis teknologi.

Bagi pelaku usaha di Maritengngae, masuk ke platform digital bukan sekadar memindahkan etalase ke layar telepon seluler. Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperluas pasar sekaligus menjaga peluang pertumbuhan usaha di tengah persaingan yang semakin terbuka.