Makassar
Nasional

Makassar Bawa Tujuh Sapta Mulia ke APEKSI, Promosikan Inovasi hingga Budaya Daerah Unggulan

RAKERNAS APEKSI - Wali Kota Munafri Arifuddin hadir dalam forum diskusi, Indonesia City Expo, hingga karnaval budaya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara, 28 Juni hingga 4 Juli 2026. (Dok Pemkot Makassar)

MAKASSAR, UNHAS.TVPemerintah Kota Makassar ambil bagian dalam Rapat Kerja Nasional XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia atau APEKSI 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara.

Dalam agenda nasional tersebut, Makassar memanfaatkan forum diskusi, Indonesia City Expo, dan karnaval budaya untuk memperkuat kolaborasi antarkota sekaligus mempromosikan program unggulan daerah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Muhammad Roem mengatakan Rakernas APEKSI menjadi ruang strategis bagi pemerintah kota untuk bertukar pengalaman, memaparkan inovasi, dan membangun kerja sama. Agenda tahunan itu diikuti 98 pemerintah kota dari seluruh Indonesia.

“APEKSI ini dilaksanakan setiap tahun. Di dalam rangkaian Rakernas terdapat berbagai forum tematik yang menjadi wadah berbagi praktik baik antarpemerintah kota,” kata Roem di Medan, Selasa (30/6/2026).

Roem mengatakan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin hadir langsung dalam rangkaian Rakernas APEKSI 2026 bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar.

Munafri mengikuti agenda utama bersama kepala daerah peserta untuk membahas penguatan sinergi antarkota dalam mendukung program prioritas nasional.

Menurut Roem, Pemerintah Kota Makassar tidak hanya hadir sebagai peserta. Sejumlah perangkat daerah juga mengambil peran dalam forum tematik sesuai bidang masing-masing.

Pada Forum Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Helmi Budiman menjadi narasumber untuk memaparkan program dan inovasi pengelolaan lingkungan yang dijalankan pemerintah kota.

Diskominfo Kota Makassar juga mendapat kepercayaan menjadi pembicara dalam Forum Komunikasi Digital atau KomDigi pada 1–2 Juli 2026.

Dalam forum itu, Diskominfo Makassar tampil bersama Diskominfo Kota Bandung untuk berbagi pengalaman penguatan layanan komunikasi dan transformasi digital pemerintahan.

“Alhamdulillah, Diskominfo Makassar bersama Diskominfo Bandung dipercaya menjadi pembicara di Forum KomDigi,” ujar Roem.

Selain forum diskusi, Pemerintah Kota Makassar menghadirkan booth pada Indonesia City Expo atau ICE 2026 yang berlangsung di Ballroom Hotel Santika Dyandra Medan pada 1–3 Juli 2026.

Booth tersebut menjadi ruang promosi program unggulan pemerintah, potensi ekonomi kreatif, pariwisata, dan transformasi digital Kota Makassar.

Roem mengatakan tema utama yang ditampilkan adalah program Tujuh Sapta Mulia, beserta sejumlah inovasi pelayanan publik.

Pengunjung dapat mengenal layanan digital LONTARA+ atau Makassar Super Apps, program Mulia Berjasa, Iuran Sampah Gratis, konsep pengembangan Stadion Untia, urban farming, serta berbagai program penataan kota.

“Semua program unggulan itu kami tampilkan di booth agar masyarakat dan pemerintah kota lain dapat melihat inovasi yang sedang dikembangkan Pemerintah Kota Makassar,” kata dia.

Pemkot Makassar juga menggandeng Dekranasda Kota Makassar untuk memperkenalkan produk kerajinan unggulan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Berbagai produk kriya khas Makassar dibawa ke Medan agar dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat dan delegasi dari berbagai daerah.

Selain kerajinan, produk kuliner khas Makassar juga diperkenalkan sebagai bagian dari promosi ekonomi kreatif daerah. Sektor pariwisata turut dipromosikan melalui materi visual, informasi destinasi wisata, dan program pengembangan kota.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, delegasi Makassar dijadwalkan mengikuti Karnaval Budaya APEKSI pada malam 2 Juli 2026. Mereka akan mengenakan pakaian adat Makassar untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Sulawesi Selatan kepada peserta dari seluruh Indonesia.

Roem berharap keikutsertaan Makassar dalam Rakernas APEKSI 2026 memberi kontribusi bagi penguatan kerja sama antarkota dan memperluas promosi potensi daerah di tingkat nasional.

“Kami berharap kehadiran Makassar pada APEKSI tahun ini memberikan warna tersendiri, baik melalui inovasi pemerintahan, promosi UMKM, pengembangan pariwisata, maupun pelestarian budaya,” ujar Roem. (*)