Sport

Malam Panik Tottenham, 3 Blunder dalam 15 Menit, Langkah Salah Igor Tudor di Liga Champions

DUA BLUNDER - Kiper Tottenham Hotspurs Antonin Kinsky telungkup karena membuat blunder kedua yang membuat Atletico Madrid unggul 3-0 di leg 1 Babak 16 Besar Liga Champions, Rabu (11/3/2026) dini hari. (the sun/sutterstock)

MADRID, UNHAS.TV - Tottenham Hotspur datang ke panggung besar Eropa dengan wajah yang sudah retak. Musim ini mereka telah lama terseret ke lorong gelap, hasil buruk di liga, ruang ganti yang goyah, dan tribun yang makin penuh amarah.

Dalam suasana seperti itu, Igor Tudor dipanggil untuk menjadi pemadam kebakaran—pelatih interim yang diharapkan datang membawa ketegasan, disiplin, dan reaksi cepat.

Namun, di panggung Liga Champions, Tudor justru tampak seperti orang yang menuang bensin ke bara yang belum padam. Bukannya membuat tim menjadi lebih baik, tapi justru menyiapkan kuburan untuk kematian.

Pertandingan babak 16 besar itu bahkan belum benar-benar dimulai ketika Tottenham sudah tampak limbung. Di stadion yang menyimpan memori final Liga Champions 2019—saat Mauricio Pochettino membawa mereka mencapai puncak yang tak pernah lagi disentuh—Spurs justru mempertontonkan versi paling rapuh dari diri mereka sendiri.

Pochettino disebut hadir menyaksikan laga leg 1 babak 16 LIga Champions antara tuan rumah Atletico Madrid vs Tottenham Hotspurs. Dan apa yang terjadi di lapangan seperti ironi yang terlalu telanjang untuk diabaikan.

Dalam 15 menit pertama, Tottenham kebobolan tiga gol. Bukan oleh tekanan lawan yang luar biasa rumit, melainkan oleh rangkaian kesalahan sendiri yang nyaris tak masuk akal.

Tiga gol itu lahir dari satu pola yang sama: pemain Spurs terpeleset, panik, lalu kehilangan kendali. Malam itu, kekalahan tidak datang sebagai proses. Ia datang seperti longsor.

Antonin Kinsky menjadi pusat dari kehancuran itu. Keputusan Tudor memainkan penjaga gawang asal Ceko tersebut, menggusur Guglielmo Vicario, segera berubah dari perjudian menjadi bumerang.

Kinsky, yang disebut belum bermain sejak Oktober, tampak tidak siap menghadapi intensitas laga sebesar ini. Ini bukan laga pemanasan. Ini babak gugur Liga Champions.

Dan Tottenham menyerahkan gawang mereka kepada pemain yang, sejak menit-menit awal, terlihat digelayuti keraguan.

Blunder Pertama Kinsky

Malapetaka pertama datang pada menit keenam. Cristian Romero, yang baru tampil di bawah Tudor setelah absen karena hukuman larangan bermain di liga, mengirim bola sederhana ke belakang.

Situasi itu semestinya berakhir dengan sapuan biasa. Namun Kinsky terpeleset saat hendak membuang bola, lalu mengiris umpan liar yang jatuh ke kaki Ademola Lookman—pemain yang sempat gagal direkrut Spurs pada Januari 2026.

Bola bergerak cepat, diteruskan kepada Julian Alvarez, lalu disodorkan ke Marcos Llorente. Gol pertama lahir bukan dari skema canggih, melainkan dari kecelakaan alias blunder yang terlalu mahal.

Tottenham belum sempat bernapas ketika mimpi buruk kedua muncul. Kali ini Micky van de Ven kehilangan pijakan saat mengontrol operan dari Pape Matar Sarr.

Antoine Griezmann menyambar kelengahan itu tanpa ampun. Dua gol dalam waktu singkat sudah cukup untuk merontokkan tim yang sedang rapuh. Tetapi Spurs memilih tenggelam lebih dalam.

Satu menit berselang, Kinsky kembali melakukan kesalahan mendasar. Umpan rutin dengan kaki kiri justru meleset total. Alvarez, yang tak perlu bekerja terlalu keras, nyaris tinggal berjalan membawa bola ke gawang kosong.

Wajah Kinsky disebut telah sepenuhnya runtuh. Igor Tudor pun melakukan tindakan yang paling telanjang sekaligus paling kejam, yakni menariknya keluar lapangan hanya sesaat setelah kekacauan itu terjadi.

Seorang kiper muda, dilempar ke laga sebesar ini setelah lama tak bermain, lalu dipermalukan di hadapan publik Eropa. Di situ, keputusan terburuk Tudor tak lagi bisa dibaca sekadar sebagai eksperimen taktis.

Ia menjadi penilaian yang salah sejak awal. Jika Vicario memang tampil buruk sepanjang musim, setidaknya ia terbiasa dengan tekanannya. Kinsky tidak. Dan Tottenham membayar harga dari salah membaca panggung.

Susunan Pemain yang Dipertanyakan

>> Baca Selanjutnya