Pendidikan

MAP Unhas Akselerasi SDM Sulbar Lewat Skema Magister Double Degree Internasional yang Kompetitif

Koordinator Kemitraan Global FISIP Universitas Hasanuddin, Andi Ahmad Yani, M.Si., MPA., M.Sc., memaparkan secara komprehensif skema Magister Double Degree internasional dalam sosialisasi bersama BPSDM Sulawesi Barat, menegaskan komitmen FISIP Unhas membangun jejaring akademik global melalui kolaborasi strategis dengan Victoria University of Wellington, Selandia Baru, dan Rikkyo University, Jepang, guna memperkuat kapasitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan daerah yang berdaya saing global. Koordinator Kemitraan Global FISIP Universitas Hasanuddin, Andi Ahmad Yani, M.Si., MPA., M.Sc., memaparkan secara komprehensif skema Magister Double Degree internasional dalam sosialisasi bersama BPSDM Sulawesi Barat, menegaskan komitmen FISIP Unhas membangun jejaring akademik global melalui kolaborasi strategis dengan Victoria University of Wellington, Selandia Baru, dan Rikkyo University, Jepang, guna memperkuat kapasitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan daerah yang berdaya saing global.

MAKASSAR,UNHAS.TV — Program Magister Administrasi Publik (MAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin menggelar sosialisasi strategis bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pada Kamis pagi secara daring sebagai bagian dari orkestrasi akademik untuk memperkuat kapasitas aparatur daerah melalui jalur pendidikan global yang terukur dan berstandar internasional.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Kepala Bidang Pengembangan ASN BPSDM Sulbar, Hj. Rini Lukita Sari, MAP, tersebut dibuka oleh Sekretaris BPSDM Pemprov Sulbar, Suhamta, SH, MAP, yang menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan momentum penting dalam mentransformasi kualitas birokrasi daerah menuju tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif terhadap perubahan, serta kompetitif dalam lanskap administrasi publik global.

Ketua Program Studi MAP Unhas, Prof. Dr. Gita Susanti, M.Si, dalam pengantarnya menekankan bahwa inisiatif double degree ini lahir dari visi Universitas Hasanuddin sebagai kampus berdampak yang tidak hanya memproduksi lulusan, tetapi juga merancang ekosistem pembelajaran transnasional yang mampu menjawab kompleksitas reformasi birokrasi dan dinamika kebijakan publik kontemporer.

Ia menjelaskan bahwa perluasan akses pendidikan bertaraf internasional bagi ASN merupakan investasi struktural dalam pembangunan daerah, karena kualitas tata kelola pemerintahan pada akhirnya sangat ditentukan oleh kompetensi analitis, kepemimpinan strategis, serta literasi global para pengambil kebijakan di tingkat daerah.

Materi utama disampaikan oleh Koordinator Kemitraan Global FISIP Unhas, Andi Ahmad Yani, M.Si., MPA., M.Sc., yang memaparkan bahwa skema double degree MAP Unhas dirancang melalui kemitraan akademik dengan dua universitas bereputasi dunia, sehingga mahasiswa berkesempatan memperoleh dua gelar sekaligus melalui kurikulum terintegrasi lintas negara yang menekankan governance reform, public management innovation, dan desain kebijakan berbasis bukti.

Sosialisasi Program Double Degree S2 Administrasi Publik FISIP Universitas Hasanuddin bersama BPSDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berlangsung secara daring pada 12 Februari 2026, mempertemukan jajaran pimpinan dan ASN dalam forum akademik strategis guna memperluas akses pendidikan magister bertaraf internasional demi penguatan kapasitas tata kelola pemerintahan daerah.
Sosialisasi Program Double Degree S2 Administrasi Publik FISIP Universitas Hasanuddin bersama BPSDM Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berlangsung secara daring pada 12 Februari 2026, mempertemukan jajaran pimpinan dan ASN dalam forum akademik strategis guna memperluas akses pendidikan magister bertaraf internasional demi penguatan kapasitas tata kelola pemerintahan daerah.

Program pertama merupakan kolaborasi dengan Victoria University of Wellington, Selandia Baru, di mana peserta menjalani satu tahun studi di Unhas dan satu tahun di Wellington untuk meraih gelar Master of Public Management (MPM) dari VUW sekaligus Magister Administrasi Publik dari Unhas melalui pendekatan akademik yang menggabungkan teori kebijakan, manajemen sektor publik, dan praktik tata kelola modern.

Program kedua dijalankan bersama Rikkyo University Jepang melalui skema satu tahun di Indonesia dan satu tahun di Jepang, memungkinkan mahasiswa memperoleh gelar Master of Social Design and Administration (MSDA) dari Rikkyo University serta MAP dari Unhas dengan penekanan pada inovasi desain sosial, kebijakan inklusif, dan manajemen administrasi berbasis kolaborasi.

Selain jalur double degree, Rikkyo University juga membuka opsi single degree melalui skema sandwich satu semester dengan sistem transfer kredit, yang memberi ruang pengalaman akademik internasional bagi mahasiswa MAP Unhas tanpa harus menyelesaikan studi penuh di luar negeri.

Seluruh program dirancang inklusif dan terbuka bagi ASN maupun non-ASN dari berbagai disiplin ilmu sarjana, sehingga memperluas spektrum calon pemimpin birokrasi dan analis kebijakan yang memiliki perspektif multidisipliner serta kapasitas adaptif terhadap tantangan pembangunan daerah.

Dalam sesi pembiayaan dijelaskan bahwa peserta dapat memanfaatkan skema beasiswa maupun pembiayaan mandiri, termasuk peluang Beasiswa LPDP yang tersedia khusus untuk program double degree bersama Victoria University of Wellington, sehingga akses terhadap pendidikan global tetap terjangkau dan berkeadilan.

Pendaftaran dibuka setiap semester pada periode Januari dan Juli melalui laman regpmb.unhas.ac.id, sementara informasi komprehensif mengenai kurikulum, persyaratan, dan agenda seleksi dapat diakses melalui akun resmi Instagram @mapfisipunhas maupun situs resmi program studi.

Melalui sosialisasi ini, MAP Unhas menegaskan perannya sebagai simpul akademik regional yang menjembatani pemerintah daerah dengan jaringan pendidikan internasional, sekaligus memperkuat fondasi pengembangan sumber daya manusia Sulawesi Barat menuju tata kelola pemerintahan yang unggul, visioner, dan berwawasan global.(*)