Sport

Mbappe, Paraguay, dan Laga yang Kasar Nyaris Lepas Kendali

MAIN KASAR - Kylian Mbappe—penyerang Timnas Prancis itu—sangat geram dengan perlakuan yang diterimanya dari pemain Paraguay. Ia berkali-kali dikasari hingga menolak jabat tangan dengan kiper Orlando Gill. (Screenshot The Sun)

PHILADELPHIA, UNHAS.TV - Bola terakhir sudah berhenti. Peluit panjang telah berbunyi. Tapi panasnya pertandingan babak 16 besar antara Prancis melawan Paraguay belum juga reda.

Di Philadelphia, dalam laga Piala Dunia yang lebih mirip perang urat saraf ketimbang adu taktik, para pemain masih saling mendekat dengan wajah tegang.

Kiper Paraguay, Orlando Gill, melempar bola ke arah Kylian Mbappe setelah kapten Prancis itu menolak uluran tangannya.

Di sisi lain lapangan, sejumlah pemain dan ofisial Paraguay berlari masuk. Keributan kembali pecah. Pertandingan yang sejak awal dipenuhi benturan, provokasi, dan tekel keras itu berakhir dengan adegan kacau. Prancis menang 1-0, tetapi skor kecil tersebut tak cukup menggambarkan betapa panasnya laga.

Mbappe menjadi penentu. Penyerang Prancis itu mencetak satu-satunya gol melalui penalti pada menit ke-70. Hadiah penalti diberikan setelah VAR melihat pelanggaran terang-terangan terhadap Desire Doue di kotak penalti Paraguay.

Sebelum Mbappe menendang, pemain Paraguay mencoba merusak titik putih. Mereka mengacak-acak area penalti, seolah ingin menanam keraguan di kepala pemain yang sudah terbiasa hidup di bawah tekanan.

Mbappe tidak goyah. Ia menunggu, mengambil ancang-ancang, lalu mengirim bola ke gawang. Prancis unggul. Paraguay tersingkir.

Namun cerita laga ini bukan hanya soal gol. Ini soal bagaimana satu pertandingan bisa berubah menjadi ujian kesabaran, keberanian, dan kendali diri. Sejak babak pertama, Mbappe menjadi sasaran utama. Ia ditarik, ditabrak, disikut, dan dipancing bereaksi.

Andres Cubas sempat menariknya secara sinis ketika Mbappe mencoba lolos. Mbappe membalas dengan dorongan. Seketika, pemain dari kedua tim berhamburan. Ousmane Dembele berlari dari kejauhan untuk ikut masuk dalam kerumunan.

Wasit Ilgiz Tantashev harus berdiri di antara Mbappe dan Diego Gomez untuk meredam situasi. Tapi kendali pertandingan mulai tampak rapuh.

Beberapa menit kemudian, Matias Galarza mengayunkan lengan ke arah Mbappe saat bola tak berada di dekat keduanya.

Mbappe jatuh dan berguling di rumput. Tayangan ulang menunjukkan kontak lebih banyak mengenai tangan, tetapi niat gerakan itu memancing kecaman.

Paraguay tak sekadar bermain keras. Mereka juga berusaha memutus ritme Prancis. Setiap serangan diperlambat. Setiap duel dipertajam. Setiap kesempatan dipakai untuk menguji emosi lawan.

Juan Jose Caceres bahkan terlihat menendang ke arah Mbappe dalam gerakan kesal yang mengingatkan publik pada insiden klasik David Beckham.

Anehnya, jumlah kartu kuning justru lebih banyak diterima Prancis, 3 berbanding 1. Dari kubu Paraguay, hanya seorang asisten yang tercatat mendapat hukuman.

Joe Hart Sebut Paraguay Aib

>> Baca Selanjutnya