Kesehatan
Sosial

MCU Unhas Perluas Layanan, Dosen hingga Keluarga Ikut Deteksi Dini Kesehatan

MCU - Program MCU Goes to Unit yang digelar oleh Subdirektorat K3 dan Kesejahteraan Unhas menyasar sivitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unhas di Lounge Prof Dr HA Karim Saleh, FEB Unhas, Selasa (12/5/2026). (Unhas TV/Venny Septiani)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) memperluas layanan medical check up atau MCU bagi warganya. Program yang sebelumnya menyasar dosen dan tenaga kependidikan kini menyasar keluarga pegawai, suami atau istri, sebagai bagian dari upaya deteksi dini kesehatan.

Program MCU Goes to Unit kembali digelar oleh Subdirektorat K3 dan Kesejahteraan Universitas Hasanuddin, Selasa (12/5/2026). Kegiatan berlangsung di Lounge Prof Dr HA Karim Saleh, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unhas.

Program ini memasuki tahun keempat pelaksanaan. Melalui layanan tersebut, pemeriksaan kesehatan tidak lagi hanya dilakukan di fasilitas rumah sakit, tetapi dibawa langsung ke unit kerja.

Tujuannya agar dosen dan tenaga kependidikan lebih mudah mengakses pemeriksaan rutin tanpa harus meninggalkan aktivitas kerja terlalu lama.

Di lokasi kegiatan, peserta mengikuti sejumlah rangkaian pemeriksaan. Pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik, laboratorium, hingga elektrokardiogram atau EKG. Untuk layanan lanjutan seperti radiologi dan pemeriksaan mata, peserta diarahkan ke Rumah Sakit Unhas.

Pelibatan keluarga pegawai menjadi salah satu hal baru dalam pelaksanaan tahun ini. Kebijakan tersebut dinilai penting karena kesehatan pegawai tidak dapat dilepaskan dari kondisi keluarga di rumah.

Dengan pemeriksaan lebih awal, potensi gangguan kesehatan dapat diketahui sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.



Ketua Senat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, Prof Dr Alimuddin SE MM Ak CPMA. (Unhas TV/Venny Septiani)


Ketua Senat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, Prof Dr Alimuddin SE MM Ak CPMA, menyambut baik perluasan layanan tersebut. Ia mengatakan program MCU memberi manfaat besar bagi dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga mereka.

“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur ada program dari Unhas, dalam hal ini rektor, untuk melaksanakan MCU untuk pegawai, baik dosen maupun tendik. Dan Alhamdulillah mulai tahun ini sudah mengikutkan juga keluarga, khususnya istri atau suami untuk diperiksa,” kata Alimuddin.

Menurut dia, pemeriksaan kesehatan berkala dapat menjadi peringatan dini bagi warga Unhas. Dengan begitu, tindakan medis atau perubahan pola hidup dapat dilakukan lebih cepat sebelum kondisi kesehatan memburuk.

Alimuddin berharap program ini terus dilaksanakan secara lebih intens. Ia juga mengajak dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga mereka untuk tidak takut memeriksakan diri. “Lebih baik kita tahu lebih awal daripada sudah parah baru kita ketahui,” ujarnya.

Tidak Repot ke Rumah Sakit

Sementara itu, Kaprodi S3 Manajemen FEB Unhas, Prof Dr Abdul Razak Munir SE MSi MMktg CMP menilai pelaksanaan MCU di lingkungan fakultas memberi kemudahan bagi peserta.

Menurut dia, dosen dan pegawai tidak perlu lagi repot datang ke rumah sakit untuk mengikuti pemeriksaan awal.

Abdul Razak mengatakan suasana pemeriksaan di kampus terasa lebih nyaman. Ruangan yang akrab dan petugas yang ramah membuat peserta lebih rileks. Kondisi itu berbeda dengan suasana rumah sakit yang bagi sebagian orang dapat menimbulkan rasa cemas.



Kaprodi S3 Manajemen FEB Unhas, Prof Dr Abdul Razak Munir SE MSi MMktg CMP. (Unhas TV/Venny Septiani)


“Adanya MCU ini sangat membantu bagi para dosen dan pegawai di Fakultas Ekonomi dan Bisnis karena kita tidak perlu lagi harus repot-repot ke rumah sakit,” kata Abdul Razak.

Ia berharap hasil pemeriksaan dapat menjadi pengingat bagi dosen untuk lebih menjaga kesehatan. Menurut dia, beban kerja akademik sering membuat dosen bekerja hingga larut malam dan mengabaikan kondisi tubuh.

Melalui MCU Goes to Unit, Unhas ingin membangun kesadaran bahwa pemeriksaan kesehatan tidak perlu menunggu sakit.

Deteksi dini menjadi langkah penting agar civitas akademika dan keluarga pegawai dapat bekerja lebih produktif, sehat, dan siap menjalani aktivitas akademik.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)