Kesehatan

Membunyikan Buku Jari, Bisa Sebabkan Radang Sendi?

Soal Glembung

Bagi sebagian orang, membunyikan buku jari hanyalah kebiasaan yang dilakukan tanpa sadar. Ada pula yang menyukai sensasi saat membunyikan sendi mereka. Namun, melihat banyaknya video penyesuaian kiropraktik yang sedang tren di media sosial, ternyata cukup banyak orang yang merasa puas atau senang saat mendengar bunyi letupan tersebut.

Apa yang sebenarnya terjadi saat kita membunyikan sendi tergolong cukup sederhana. Sendi adalah titik pertemuan dua tulang; sendi pada buku jari, leher, dan punggung dikelilingi oleh cairan sinovial—zat menyerupai putih telur yang berfungsi sebagai pelumas. 

Saat Anda memelintir, menarik, atau menekuk sendi untuk membunyikannya, ruang di dalam sendi tersebut melebar untuk sementara waktu. Hal ini menyebabkan tekanan cairan sinovial menurun, sehingga gas yang sebelumnya terlarut dalam cairan tersebut mulai muncul dalam bentuk gelembung.

Bunyi gemeretak sendi —yang sebenarnya berasal dari pecahnya gelembung-gelembung yang terbentuk tadi— bisa terdengar sangat keras, bahkan mencapai 83 desibel. 

Tingkat kebisingan ini kira-kira setara dengan suara truk diesel yang melaju dengan kecepatan 40 mil per jam (64 km per jam). Saat para ilmuwan di University of California, Davis, mengamati sendi yang sedang dibunyikan menggunakan ultrasonografi (USG), mereka menggambarkan momen "bunyi gemeretak" tersebut tampak seperti kembang api yang meledak di layar.

Namun, apakah sesuatu yang wajar berarti tidak berbahaya? Beberapa penelitian telah mematahkan mitos lama ini. Dalam salah satu studi yang diterbitkan pada tahun 1975, para peneliti mengamati 28 penghuni panti jompo dan menemukan bahwa tingkat artritis degeneratif pada mereka yang memiliki kebiasaan membunyikan buku jari serupa dengan mereka yang tidak memiliki kebiasaan tersebut.

Sebuah studi retrospektif yang lebih baru meneliti riwayat kebiasaan membunyikan buku jari pada 215 pasien osteoartritis dan membandingkannya dengan kelompok kontrol yang tidak mengidap kondisi tersebut. 

Studi ini menghasilkan kesimpulan yang sama: frekuensi dan durasi kebiasaan membunyikan buku jari sepanjang hidup seseorang tidak memengaruhi risiko mereka terkena osteoartritis.

Meskipun membunyikan buku jari kemungkinan besar tidak menimbulkan masalah, hal yang sama tidak berlaku untuk membunyikan punggung dan leher. Leher memiliki saraf-saraf vital, termasuk sumsum tulang belakang. 

Selain itu, ada dua arteri sangat penting yang melintasi bagian belakang leher dan mengalir menuju otak. Area-area ini sangat rentan; penanganan yang keliru dapat menyebabkan cidera serius serta efek samping seperti sensasi kesemutan pada anggota tubuh dan pusing. Pada intinya, segala bentuk manipulasi yang berlebihan itu berbahaya.

Membunyikan leher sendiri tidak disarankan, bahkan manipulasi yang dilakukan oleh tenaga profesional pun masih menuai perdebatan. Pada tahun 2012, Neil O'Connell dari Centre for Research and Rehabilitation di Brunel University beserta rekan-rekannya menyatakan bahwa tindakan penyesuaian leher (adjustment) dalam kiropraktik adalah hal yang "tidak perlu dan tidak disarankan".(*)