Opini
Sosial

Menuntaskan Amanah, Menguatkan Jejak, Menyongsong Masa Depan

Prof. Sukri Palutturi menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Ansariadi, S.KM., M.Sc.PH., Ph.D., Dekan FKM Unhas periode 2026-2030. (Foto: Dok.Pribadi).

Oleh: Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., M.Sc., PH., Ph.D.**

Kepemimpinan dalam sebuah perguruan tinggi pada hakikatnya bukan sekadar proses mengelola organisasi selama kurun waktu tertentu, melainkan ikhtiar membangun peradaban melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola yang mampu menjawab tantangan zaman. Dalam perspektif tersebut, masa jabatan seorang dekan bukanlah garis akhir sebuah perjalanan, melainkan mata rantai yang menghubungkan capaian masa lalu dengan harapan masa depan.

Serah terima jabatan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin pada 7 Juli 2026 menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi atas perjalanan institusi sekaligus meneguhkan arah pengembangan fakultas pada masa mendatang. Refleksi seperti ini menjadi bagian dari budaya akademik yang sehat, karena perguruan tinggi yang besar tidak hanya dinilai dari banyaknya prestasi, tetapi juga dari kemampuannya melakukan evaluasi diri secara terbuka dan terus-menerus.

Selama empat tahun terakhir, dunia pendidikan tinggi mengalami perubahan yang sangat cepat. Revolusi digital, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), perubahan pola penyakit akibat transisi epidemiologi, ancaman pandemi baru, krisis iklim, meningkatnya penyakit tidak menular, hingga tantangan ketahanan pangan dan kesehatan global telah mengubah cara perguruan tinggi mempersiapkan lulusannya. Di sisi lain, agenda pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), khususnya tujuan ketiga mengenai kehidupan sehat dan sejahtera, semakin menempatkan disiplin kesehatan masyarakat sebagai salah satu bidang ilmu yang sangat strategis dalam pembangunan bangsa.

Dalam konteks itulah perjalanan FKM Universitas Hasanuddin selama periode 2022–2026 patut dimaknai bukan sekadar sebagai keberhasilan administratif, melainkan sebagai bagian dari proses memperkuat kapasitas institusi dalam menghadapi perubahan global.

Kepemimpinan sebagai Kerja Kolektif

Salah satu pelajaran penting dari perjalanan tersebut adalah bahwa keberhasilan institusi tidak pernah lahir dari kemampuan seorang pemimpin semata. Kepemimpinan akademik merupakan seni membangun kepercayaan, menggerakkan kolaborasi, serta menghadirkan ruang agar seluruh potensi sivitas akademika berkembang secara optimal.

Budaya kolegial yang selama ini menjadi karakter perguruan tinggi menjadi modal utama dalam membangun organisasi yang sehat. Dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra pemerintah, dunia usaha, organisasi profesi, hingga masyarakat merupakan bagian dari ekosistem yang saling memperkuat.

Dalam teori shared leadership, organisasi modern justru tumbuh lebih cepat ketika kepemimpinan dipandang sebagai tanggung jawab bersama, bukan sekadar kewenangan struktural. Pendekatan inilah yang semakin banyak diterapkan oleh universitas-universitas terbaik dunia karena terbukti mampu melahirkan inovasi yang berkelanjutan.

Prof. Sukri Palutturi menyampaikan refleksi kepemimpinan, meneguhkan kolaborasi, integritas, dan masa depan gemilang FKM Unhas. (Foto: Dok.Pribadi).
Prof. Sukri Palutturi menyampaikan refleksi kepemimpinan, meneguhkan kolaborasi, integritas, dan masa depan gemilang FKM Unhas. (Foto: Dok.Pribadi).


Membangun Mutu yang Diakui Nasional dan Internasional

Salah satu ukuran kualitas perguruan tinggi adalah sistem penjaminan mutu yang mampu menghasilkan pengakuan nasional maupun internasional.

Selama periode kepemimpinan ini, seluruh program studi yang telah memasuki masa reakreditasi berhasil mempertahankan bahkan meningkatkan status menjadi Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes. Pencapaian tersebut bukan sekadar predikat administratif, tetapi mencerminkan terpenuhinya standar akademik, tata kelola, sumber daya manusia, penelitian, hingga luaran pendidikan yang diakui secara nasional.

Lebih jauh lagi, sejumlah program studi juga berhasil memperoleh akreditasi internasional. Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa proses pendidikan di FKM Unhas telah memenuhi standar mutu global yang memungkinkan lulusannya memiliki daya saing yang lebih luas di tingkat internasional.

Di era globalisasi pendidikan tinggi, akreditasi internasional bukan lagi simbol prestise semata. Ia menjadi instrumen penting untuk memperkuat mobilitas mahasiswa dan dosen, meningkatkan kolaborasi riset lintas negara, memperluas peluang double degree, serta membuka akses terhadap berbagai hibah penelitian internasional.

Internasionalisasi sebagai Keniscayaan

Peningkatan jumlah mahasiswa internasional yang memilih belajar di FKM Universitas Hasanuddin merupakan indikator semakin meningkatnya kepercayaan dunia terhadap kualitas pendidikan yang diselenggarakan.

Internasionalisasi bukan sekadar menghadirkan mahasiswa asing di ruang kuliah, tetapi membangun lingkungan akademik multikultural yang memungkinkan pertukaran gagasan, pengalaman, dan perspektif global. Kampus yang dihuni mahasiswa dari berbagai negara akan memperkaya proses pembelajaran sekaligus memperkuat kompetensi lintas budaya yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja masa depan.

Bagi Universitas Hasanuddin yang memiliki visi sebagai universitas berkelas dunia (World Class University), internasionalisasi merupakan salah satu pilar strategis yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi riset, publikasi bersama, pertukaran mahasiswa, serta kemitraan dengan universitas dan lembaga internasional.

Prestasi Mahasiswa sebagai Investasi Masa Depan

Keunggulan sebuah fakultas pada akhirnya tercermin dari kualitas lulusan yang dihasilkannya.

Selama empat tahun terakhir, prestasi mahasiswa FKM Universitas Hasanuddin menunjukkan perkembangan yang semakin menggembirakan. Berbagai capaian di bidang akademik, penelitian, kewirausahaan, kompetisi ilmiah, maupun pengabdian kepada masyarakat telah meningkatkan posisi fakultas dalam penilaian kemahasiswaan Universitas Hasanuddin.

Mahasiswa kesehatan masyarakat saat ini tidak lagi hanya dipersiapkan menjadi tenaga kesehatan konvensional. Mereka dituntut memiliki kemampuan analisis data kesehatan, literasi digital, kepemimpinan, komunikasi risiko, manajemen bencana, epidemiologi lapangan, hingga kemampuan memanfaatkan teknologi informasi dalam sistem kesehatan modern.

Perubahan kebutuhan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi FKM Unhas untuk terus menyempurnakan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Sivitas akademika FKM Unhas mengabadikan momen kebersamaan usai serah terima kepemimpinan, meneguhkan kolaborasi, integritas, dan komitmen melanjutkan jejak keunggulan menuju masa depan yang semakin berdaya saing global. (Foto: Dok.Pribadi).
Sivitas akademika FKM Unhas mengabadikan momen kebersamaan usai serah terima kepemimpinan, meneguhkan kolaborasi, integritas, dan komitmen melanjutkan jejak keunggulan menuju masa depan yang semakin berdaya saing global. (Foto: Dok.Pribadi).


Infrastruktur sebagai Investasi Peradaban

Pembangunan Gedung C FKM Universitas Hasanuddin merupakan salah satu tonggak penting dalam memperkuat kapasitas pembelajaran dan penelitian.

Dalam perspektif pendidikan tinggi modern, gedung bukan sekadar bangunan fisik. Ia merupakan ruang lahirnya gagasan, tempat bertemunya berbagai disiplin ilmu, laboratorium pembentuk inovasi, serta wahana membangun karakter mahasiswa.

Investasi terhadap infrastruktur pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi demi generasi. Oleh karena itu, pembangunan sarana akademik harus selalu diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan budaya ilmiah.

Integritas sebagai Fondasi Tata Kelola

Perguruan tinggi yang unggul harus dibangun di atas tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Masuknya FKM Universitas Hasanuddin selama dua tahun berturut-turut dalam penilaian Tim Penilai Nasional Pembangunan Zona Integritas menunjukkan bahwa budaya organisasi yang berorientasi pada pelayanan publik mulai mengakar secara kuat.

Zona Integritas bukan sekadar program administratif pemerintah, melainkan komitmen moral untuk membangun birokrasi yang bebas korupsi, bersih melayani, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Budaya integritas seperti ini semakin penting ketika perguruan tinggi menghadapi tuntutan transparansi pengelolaan anggaran, pelayanan akademik digital, serta meningkatnya ekspektasi publik terhadap kualitas layanan pendidikan.

Budaya Kinerja sebagai Identitas Institusi

Keberhasilan FKM Universitas Hasanuddin menjadi fakultas dengan pencapaian target kinerja terbaik di Universitas Hasanuddin selama dua tahun berturut-turut, yakni 2024 dan 2025, merupakan bukti bahwa budaya mutu telah tumbuh menjadi karakter organisasi.

Keberhasilan tersebut tidak hanya diukur dari terpenuhinya 52 indikator kontrak kinerja antara rektor dan dekan, tetapi juga mencerminkan konsistensi seluruh unsur organisasi dalam bekerja secara terencana, terukur, dan akuntabel.

Budaya kinerja seperti inilah yang menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan kebijakan pendidikan tinggi yang semakin menuntut efisiensi, inovasi, dan dampak nyata bagi masyarakat.

Kesehatan Masyarakat di Tengah Tantangan Global

Peran Fakultas Kesehatan Masyarakat semakin strategis ketika dunia menghadapi berbagai tantangan kesehatan yang kompleks.

Laporan World Health Statistics yang diterbitkan World Health Organization menunjukkan bahwa peningkatan harapan hidup global masih dibayangi oleh ancaman penyakit tidak menular, perubahan iklim, resistensi antimikroba, kesenjangan akses layanan kesehatan, serta risiko munculnya penyakit infeksi baru.

Di Indonesia, transformasi sistem kesehatan pascapandemi mendorong penguatan layanan primer, digitalisasi kesehatan, peningkatan kapasitas surveilans epidemiologi, serta pembangunan sumber daya manusia kesehatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dalam konteks tersebut, FKM Universitas Hasanuddin memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan ilmu kesehatan masyarakat di kawasan Indonesia Timur, sekaligus berkontribusi pada penyelesaian berbagai persoalan kesehatan masyarakat berbasis riset dan inovasi.

Warisan Terbaik Seorang Pemimpin

Setiap periode kepemimpinan memiliki batas waktu, tetapi nilai yang diwariskan akan terus hidup melampaui pergantian jabatan.

Warisan terbaik seorang pemimpin bukanlah bangunan fisik semata, melainkan budaya akademik yang sehat, tata kelola yang kuat, sistem yang berkelanjutan, serta lahirnya generasi penerus yang memiliki integritas dan kapasitas lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Pergantian kepemimpinan karena itu bukanlah pergantian arah, melainkan estafet untuk melanjutkan perjalanan panjang institusi menuju kualitas yang semakin unggul.

Menyongsong Masa Depan Universitas Hasanuddin

Sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, Universitas Hasanuddin memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Fakultas Kesehatan Masyarakat menjadi bagian penting dari tanggung jawab tersebut karena kesehatan bukan hanya urusan pelayanan medis, melainkan fondasi utama pembangunan manusia, produktivitas ekonomi, ketahanan bangsa, dan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, tantangan yang dihadapi tentu akan semakin kompleks. Digitalisasi, kecerdasan buatan, big data, precision public health, perubahan iklim, urbanisasi, serta munculnya penyakit baru menuntut perguruan tinggi untuk terus bertransformasi.

Namun demikian, apabila semangat kolaborasi, integritas, inovasi, dan keunggulan akademik terus dipelihara, FKM Universitas Hasanuddin memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi pusat unggulan (center of excellence) kesehatan masyarakat, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di kawasan Asia Pasifik.

Pada akhirnya, setiap amanah memang akan berakhir, tetapi pengabdian kepada ilmu pengetahuan tidak pernah mengenal batas waktu. Yang tersisa bukanlah nama seorang pemimpin, melainkan jejak karya yang memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

Jejak itulah yang akan terus menguatkan langkah Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dalam menyongsong masa depan yang semakin berdaya saing, berintegritas, dan berkontribusi bagi kesehatan Indonesia serta dunia.


*Artikel ini awalnya adalah sambutan yang  disampaikan pada serah terima jabatan Dekan FKM Unhas Periode 2022-2026, Selasa, 7 Juli 2026 di Aula Prof. dr. H. Sirajuddin Beku, SKM Gedung C FKM Unhas kemudian dimodifikasi menjadi artikel ilmiah populer oleh redaksi.

** Penulis adalah Dekan FKM Unhas Periode 2022-2026