Pendidikan

NISC-PH Resmi Dimulai, FKM Unhas Satukan Peserta Dunia dalam Pembelajaran Kesehatan Berbasis Lapangan

Peserta NISC-PH 2026 memperkuat kolaborasi global melalui pembelajaran kesehatan masyarakat berbasis lapangan di Universitas Hasanuddin. (Foto: Dok.Pribadi).

MAKASSAR, UNHAS.TV – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi membuka rangkaian Nusantara International Summer Course on Public Health (NISC-PH) pada Senin (29/6/2026), menandai dimulainya program pembelajaran kesehatan masyarakat berbasis lapangan yang mempertemukan peserta dari Indonesia dan berbagai negara untuk memperkuat kolaborasi akademik internasional.

Pembukaan program berlangsung dalam suasana hangat yang mencerminkan semangat kolaborasi lintas negara untuk membangun kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan masyarakat.

Setelah seremoni pembukaan, peserta mengikuti kuliah umum bertajuk "Ergonomics for Informal Sector" yang dibawakan Prof. Yahya Thamrin, SKM, M.Kes., MOHS., Ph.D., dengan mengulas pentingnya penerapan prinsip ergonomi guna meningkatkan kesehatan, keselamatan, dan produktivitas pekerja di sektor informal.

Materi tersebut membuka wawasan peserta mengenai pentingnya pendekatan ilmiah dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman sekaligus mendukung kesejahteraan tenaga kerja.

Selanjutnya, peserta diajak berkeliling Kampus Universitas Hasanuddin untuk mengenal lingkungan akademik, fasilitas pendidikan, serta berbagai sarana pendukung pembelajaran yang dimiliki kampus.

Kegiatan itu juga menjadi ruang bagi peserta internasional untuk memahami budaya akademik Universitas Hasanuddin sekaligus membangun interaksi yang lebih erat dengan sivitas akademika.

Persiapan Menuju Praktik Belajar Lapangan

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan Program Briefing & Introduction to Field serta Project Overview sebagai bekal peserta sebelum memasuki tahapan Praktik Belajar Lapangan (PBL).

Melalui pembekalan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan, tujuan pembelajaran, hingga proyek yang akan dijalankan sehingga memiliki kesiapan yang lebih matang saat terjun ke lapangan.

Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman itu diharapkan mampu memperkuat kemampuan peserta dalam menganalisis sekaligus menawarkan solusi atas berbagai persoalan kesehatan masyarakat secara langsung.

Dukung Pencapaian SDGs

Penyelenggaraan hari pertama NISC-PH juga menjadi wujud komitmen FKM Unhas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, SDG 4 mengenai pendidikan berkualitas, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui pembahasan ergonomi sektor informal, serta SDG 17 yang menekankan pentingnya kemitraan global.

Melalui program ini, FKM Universitas Hasanuddin berharap NISC-PH menjadi ruang pertukaran ilmu pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik di bidang kesehatan masyarakat.

Pada saat yang sama, jejaring akademik internasional yang terbangun diharapkan mampu melahirkan kolaborasi riset dan inovasi berkelanjutan untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan, baik di tingkat lokal maupun global.(*)