.webp)
GAGASAN STRATEGIS - Salah seorang calon Dirut PT Hadin Metavisi Akademika tengah memaparkan gagasan strategis PT Hadin 2026-2030 di hadapan 3 panelis di Studio Unhas TV, Gedung Science Techno Park, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Senin (8/6/2026). (Unhas TV/Venny Septiani Semuel)
Prof Mursalim menjelaskan, proses rekrutmen dimulai dari pengumuman, pendaftaran, seleksi berkas, kemudian ujian psikotes sebelum masuk ke tahap wawancara.
“Kalau kita lihat tahapannya, pertama adalah pengumuman rekrutmen calon direktur utama Hadin, kemudian pendaftaran. Setelah pendaftaran, dilakukan seleksi berkas, setelah itu ada ujian psikotes, dan hari ini tahapannya adalah wawancara,” ujar dia.
Menurut Prof Mursalim, seleksi tidak berhenti pada pemaparan visi. Para peserta masih akan mengikuti wawancara tingkat lanjut untuk memperdalam penilaian atas kapasitas kepemimpinan mereka.
Tahap berikutnya berupa wawancara berbasis *Behavioral Event Interview* atau BEI yang dijadwalkan berlangsung pada 9–10 Juni 2026 di Unhas Hotel and Convention.
Mursalim mengatakan, proses berlapis itu diperlukan agar direktur utama yang terpilih benar-benar mampu membawa Hadin berkembang.
Ia berharap pemimpin baru Hadin tidak hanya memahami bisnis perusahaan, tetapi juga mampu menempatkan Hadin sebagai badan usaha universitas yang kompetitif.
“Harapan kami tentu bahwa direktur utama nanti yang terpilih akan betul-betul membawa Hadin ke depan untuk menjadi sebuah perusahaan yang berbasis pada perguruan tinggi,” katanya.
Ia juga berharap Hadin dapat tumbuh sejajar, bahkan melampaui badan usaha milik universitas lain yang lebih dulu berdiri di Indonesia.
Menurut dia, Hadin membutuhkan figur yang memiliki kemampuan strategis, visi pengembangan bisnis, serta pemahaman terhadap ekosistem akademik Unhas.
Melalui rangkaian seleksi ini, Universitas Hasanuddin menargetkan terpilihnya direktur utama yang memiliki integritas, kapasitas manajerial, dan keberanian mengambil langkah pengembangan perusahaan.
Bagi tim panelis, kualitas sembilan calon yang relatif merata membuat proses penilaian harus dilakukan secara hati-hati agar menghasilkan pemimpin terbaik bagi Hadin.
(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)







