Budaya
Lingkungan
Sosial

Peluncuran Buku Pesiar Rasa, Tawarkan Metode Riset Baru dan Soroti Pangan Nonberas

PESIAR RASA - Diskusi peluncuran buku Pesiar Rasa: Ragam Pangan Lokal Karbohidrat Nonberas Sulawesi Selatan di Studio Unhas TV, Kamis (16/4/2026). (Unhas TV/Achmad Ghiffary)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Diskusi dan peluncuran buku Pesiar Rasa: Ragam Pangan Lokal Karbohidrat Nonberas Sulawesi Selatan yang disiarkan langsung dari Studio Unhas TV, Kamis (16/4/2026) menghadirkan pendekatan baru dalam penelitian pangan berbasis antropologi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Daras Etno 2026, sebuah perayaan bertumbuh sepanjang tahun yang diinisiasi oleh komunitas Antropos.

Peluncuran ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, di antaranya Departemen Antropologi FISIP Universitas Hasanuddin, Unhas TV, Memo Dapur, hingga komunitas Kotata’.

Acara dipandu oleh Ananda Awaliah Nurfadhya dan menghadirkan narasumber seperti Wilda Yanti Salam, Andi Batara Al Isra, dan Abdul Masli.

Salah satu penulis dan perwakilan dari Departemen Antropologi Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Batara Al Isra, menjelaskan bahwa buku ini lahir dari proses panjang sejak 2024 hingga 2026.

Penelitian dilakukan melalui eksplorasi lapangan ke berbagai wilayah, termasuk Palopo yang dianggap mewakili keragaman etnis Luwu dan praktik konsumsi pangan berbasis sagu.

Menurutnya, keunikan buku ini terletak pada metode yang digunakan, yakni “pesiar rasa”. Metode ini menggabungkan riset ilmiah dengan pengalaman inderawi seperti rasa, memori, dan interaksi sosial, dalam suasana yang lebih santai namun tetap memiliki kedalaman akademik.

“Biasanya penelitian itu cenderung kaku dan formal. Kami mencoba pendekatan berbeda, di mana riset dilakukan sambil ‘berjalan’, menikmati, dan merasakan langsung pengalaman pangan lokal,” ujarnya.

Pendekatan ini memungkinkan peneliti tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga memahami konteks budaya secara lebih mendalam.

Hasilnya, buku ini tidak hanya menyajikan informasi akademik, tetapi juga narasi yang lebih hidup dan mudah dipahami oleh pembaca.

Buku Pesiar Rasa secara khusus mengangkat sumber karbohidrat nonberas, seperti sagu, yang selama ini kurang mendapat perhatian dalam diskursus pangan.

Padahal, keberagaman sumber pangan lokal dinilai penting dalam mendukung ketahanan pangan, terutama di tengah ketergantungan masyarakat terhadap beras.

Melalui pendekatan antropologi yang ringan, buku ini juga menghadirkan berbagai cerita lapangan yang diramu dengan teori, sehingga menjembatani antara dunia akademik dan masyarakat umum. Keterlibatan banyak penulis turut memperkaya perspektif yang dihadirkan dalam buku ini.

Selain itu, kolaborasi lintas pihak menjadi kekuatan utama dalam proses penyusunan buku. Kegiatan peluncuran ini melibatkan berbagai komunitas, akademisi, serta dukungan dari Unhas TV sebagai mitra publikasi.

Sebagai tahap awal, buku ini dicetak sebanyak 100 eksemplar dan didistribusikan secara terbatas kepada publik. Penulis membuka peluang cetakan kedua seiring meningkatnya minat pembaca terhadap isu pangan lokal.

Melalui buku ini, para penulis berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya diversifikasi pangan serta membuka ruang bagi metode penelitian yang lebih kontekstual, reflektif, dan dekat dengan pengalaman sehari-hari.

(Achmad Ghiffary M / Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)