UNHAS.TV - Dubai merupakan salah satu tujuan wisata yang paling menarik bagi warga dunia. Itu ditandai dengan pencapaian kedatangan 19,59 juta wisatawan asing selama tahun 2025.
Namun, sejak perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, Dubai ikut terdampak. Terlebih karena Dubai jadi sasaran serangan Iran karena negara itu dinilai sebagai sekutu erat Amerika Serikat.
Sejak perang terpercik pada 28 Februari 2926, jumlah wisatawan menurun drastis. Prosentase tingkat hunian menurun drastis hingga ke angka 10 persen, penurunan terburuk selama ini.
Serangan Iran ke Dubai memang mulai mereda belakangan ini, namun belum ada tanda pemulihan jumlah kunjungan wisata ke Dubai. Beberapa tempat wisata di negeri itu tidak seramai seperti biasanya.
Maka, demi mendongkrak jumlah wisatawan asing, pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) mengeluarkan kebijakan terbaru yakni pemberian insentif kepada warga jika berhasil mendatangkan wisatawan asing datang ke kota itu.
Insentif yang disediakan berupa uang senilai 816 Dollar AS atau setara Rp 14,8 juta. Uang tersebut baru bisa diberikan jika berhasil mendatangkan tiga wisatawan asing yang memiliki visa wisata.
"Langkah ini dilakukan karena hubungan pribadi dan kredibilitas seseorang punya dampak membujuk lebih bagus dibandingkan dengan iklan. Warga umumnya punya data siapa saja yang bisa mereka ajak ke kota ini," kata Noor Al Geziry, pejabat Departemen Pariwisata dan Ekonomi Dubai.
Adapun manfaat yang akan diterima wisatawan jika mereka memang ke Dubai yakni pemotongan biaya penginapan dan makan di restoran. Lauren O'Connel, seorang Youtuber dan editor kecantikan yang telah pindah dari Amerika Serikat ke Dubai, menyebut, upaya ini sebagai langkah positif dan menarik.(*)
Pariwisata Dubai. Foto: tangkapan layar






 dilaporkan pindah ke Real Madrid dan disusul Enzo Fernandez-300x168.webp)

