MAKASSAR, UNHAS.TV - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus mengeksekusi Program Multi Years Project (MYP) sebagai strategi percepatan pembangunan infrastruktur jalan.
Salah satu yang kini berjalan adalah Paket 2 preservasi jalan senilai Rp274 miliar yang menjangkau empat daerah: Kabupaten Takalar, Gowa, Jeneponto, serta Kota Makassar.
Program ini menjadi bagian dari skema pembangunan infrastruktur jangka menengah yang dirancang berkelanjutan.
Pemerintah provinsi menargetkan peningkatan kemantapan jalan secara bertahap melalui pola pembiayaan multiyears, agar penanganan ruas-ruas strategis tidak terhenti di tengah jalan.
Pada Paket 2, total panjang ruas yang ditangani mencapai 209,38 kilometer. Fokus pekerjaan mencakup preservasi atau pemeliharaan sekaligus peningkatan kualitas jalan pada jalur lintas kabupaten/kota yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga dan distribusi logistik.
Sejumlah ruas yang masuk dalam paket pekerjaan antara lain Panciro–Batas Kota Makassar, Batas Kabupaten Gowa–Barombong–Batas Takalar, Batas Kota Makassar–Bontoramba, Bontoramba–Galesong–Patallassang, Palangga–Salekoa–Batas Takalar.
Kemudian Batas Gowa–Tanakaraeng, Tanakaraeng–Sapaya–Batas Jeneponto, Batas Jeneponto–Rumbia–Jeneponto, Sapaya–Malino, hingga Palleko–Towata.
Ruas-ruas tersebut dinilai strategis karena menghubungkan kawasan permukiman, sentra pertanian, hingga akses menuju pusat ekonomi.
Khusus di Kabupaten Takalar, panjang penanganan mencapai sekitar 110 kilometer. Angka ini menjadikan Takalar sebagai wilayah dengan cakupan pekerjaan terbesar dalam Paket 2.
Pemerintah daerah setempat menyambut proyek ini sebagai langkah penting untuk memperbaiki kualitas jalan yang selama ini mengalami penurunan akibat tingginya intensitas lalu lintas dan faktor cuaca.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi penguatan konektivitas antarwilayah.
“Kehadiran infrastruktur ini diharapkan memperkuat konektivitas, memperlancar mobilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ini menjadi solusi bertahap menuju Sulsel yang semakin maju dan berkarakter,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi ketidaknyamanan selama proses pekerjaan berlangsung.
Menurutnya, gangguan arus lalu lintas merupakan konsekuensi dari proyek peningkatan jalan yang dalam jangka panjang akan memberi manfaat lebih besar.
Pemerintah, kata dia, mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat agar pelaksanaan proyek berjalan lancar sesuai jadwal.
Program MYP dirancang sebagai upaya strategis untuk menjaga kemantapan jalan provinsi tetap berada pada level optimal.
Dengan pola multiyears, pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih terencana dalam menyelesaikan proyek berskala besar tanpa membebani anggaran dalam satu tahun berjalan.
Selain memperbaiki kualitas fisik jalan, proyek ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh antarwilayah.
Distribusi barang dan jasa diproyeksikan menjadi lebih efisien, terutama bagi sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan yang menjadi tulang punggung ekonomi di wilayah selatan Sulawesi Selatan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa pelaksanaan MYP akan terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan mutu pekerjaan sesuai standar teknis, sekaligus menjamin akuntabilitas penggunaan anggaran.
Melalui peningkatan dan preservasi jalan ini, Pemprov Sulsel menargetkan terciptanya konektivitas yang lebih solid antarwilayah. Infrastruktur yang mantap diyakini akan memperkuat daya saing daerah, baik di tingkat regional maupun nasional.
Di tengah tuntutan percepatan pembangunan dan pemerataan akses, Program MYP menjadi salah satu instrumen utama pemerintah provinsi dalam menjawab kebutuhan tersebut.
Jalan yang lebih baik bukan hanya mempersingkat jarak, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sepanjang koridor yang dilalui proyek.
(Rahmatia Ardi / Unhas TV)
PRESERVASI JALAN - Pemprov Sulsel tahun 2026 ini mengeksekusi Program Multi Years Project (MYP) percepatan pembangunan infrastruktur jalan. Salah satu menyasar Paket 2 preservasi jalan senilai Rp274 miliar di Kabupaten Takalar, Gowa, Jeneponto, serta Kota Makassar. (foto ChatGPT)

-300x137.webp)


-300x191.webp)
-300x225.webp)


