Ekonomi

Pendi dan Pos Polisi yang Terbakar




Pengisian BBM ke dalam tangki SPBU di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. Foto: Unhas TV

"Perjalanan kami dipantau melalui Road Traffic Control untuk memastikan setiap rute dijalani sesuai surat jalan. Setiap truk tangki BBM jarak jauh juga harus berisi dua pengemudi, demi keselamatan berkendara," ujarnya.

Meski ini terkesan menyusahkan, Pendi justru menikmati hal itu karena semua standar itu didapatkan melalui pelatihan. Dan, ini membuatnya merasa lebih terdidik. Ia memang tak pernah mengeyam bangku kuliah, namun melalui pelatihan itu, ia membayangkan sebagai mahasiswa yang terus menambah pengetahuan dan wawasan.

Saat ditemui, ia sangat lancar mengucap istilah-istilah asing. Ia bisa dengan lancar menjabarkan apa itu "HSE is My Culture", budaya kerja yang harus dipatuhi karyawan PT Elnusa Petrofin. Ia juga paham mengenai KIRI (Kartu Identifikasi Risiko), satu sistem pelaporan saat karyawan menemukan kondisi ketidaknyamanan atau potensi bahaya. Pendi juga bisa menjelaskan apa itu defensive driving atau teknik mengemudi yang berfokus pada pencegahan kecelakaan dengan cara mengantisipasi potensi bahaya.

Pengetahuan melalui pelatihan-pelatihan ini ternyata banyak gunanya. Ia pernah ikut meredam kekacauan di ujung Jalan AP Pettarani, Kota Makassar. Saat itu, pos polisi di pojok jalan itu dibakar orang tak dikenal usai demonstrasi. Apinya makin membesar dan orang-orang di sekitar pos mulai panik tidak tahu harus berbuat apa. 

Pendi dan rekan-rekannya kemudian meminggirkan kendaraannya ke tempat yang lebih aman. Lalu, seketika ia sudah berlari sekencang mungkin sambil membawa Alat Pemadam Api Ringan (APAR). 

Beberapa menit kemudian, api berhasil dipadamkan bahkan sebelum armada Dinas Pemadam Kebakaran tiba. "Itu pengalaman paling membahagiakan dan susah dilupakan. Saat itu saya membantin, ya Allah, ternyata ada gunanya saya. Pasti ada hikmahnya, mengapa saya harus dapat pelatihan APAR di Elnusa. Makanya, kalau setiap melewati pos itu, saya selalu tersenyum," tegasnya.

Kini, setelah hampir dua tahun bekerja di PT Elnusa Petrofin, Pendi menemukan banyak hal yang tidak pernah ia dapatkan di pekerjaan sebelumnya. Gaji, bonus, dan tunjangan memang sangat penting, namun perubahan mental dan sikap selama bekerja di Elnusa, menurutnya, jauh lebih penting. 

Ia kini makin sabar berkendara, makin paham potensi risiko dan cara penanganannya, lebih berdedikasi ke perusahaan, serta lebih peduli dengan sesama, termasuk ke rekan-rekan kerjanya. "Bahkan, misalnya, bila perusahaan mengadakan undian hadiah umrah, saya ikhlas hadiah itu lebih baik ditujukan ke rekan-rekan senior. Mereka lebih pantas menerimanya."