Kesehatan

Penelitian: Makan Lebih Banyak Makanan Nabati Mengurangi Risiko Dementia

HIJAU - Makanan dari jenis nabati. Sumber: Ilustrasi dari Grok X

UNHAS.TV - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa diet dengan hanya makan tetumbuhan termasuk biji-bijian, sayur, dan buah-buahan mempunyai manfaat kesehatan terutama kepada mereka yang memiliki risiko terkena dementia.

Bahkan jika diet ini dimulai pada usia 50-an atau 60-an tahun, manfaat diet ini juga tetap terlihat sehingga peneliti menyimpulkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai makan makanan sehat dari jenis tanam-tanaman.

"Tidak ada kata terlambat untuk mereka yang ingin mengurangi risiko Alsheimer dan dementia," kata Unhee Lim, dosen ilmu populasi pada Universitas Hawaii Cancer Center di Honolulu, Amerika Serikat.

Namun, mereka yang memulai diet dan membiasakan makan makanan jenis tumbuhan lebih awal, setidaknya sepuluh tahun lebih awal, memiliki risiko 11 persen lebih rendah daripada mereka yang tidak membiasakan makan makanan jenis tumbuhan.

Pakar pencegahan dan gaya hidup pengobatan, Dr David Katz, mengatakan bahwa mereka yang menunya dominan dari jenis tumbuhan memiliki, membantu otak mereka lebih terlindungi.

Peneliti menyebutkan, kendati demikian, mereka tetap dianjurkan untuk makan dari jenis hewani meski jumlahnya tidak boleh dari jenis tumbuhan. Makanan yang kaya gula, kaya lemak, dan makanan ultraprocessed food sebaiknya dihindari.

Penelitian yang sudah dimuat di jurnal Neurology ini melibatkan hampir 93 ribu orang dengan usia rata-rata 59 tahun dan beragam suku: Afrika Amerika, Jepang Amerika, Latino, penduduk asli Hawaii, dan kulit putih. 

Semua peserta ditanya tentang diet mereka di awal studi. Sepuluh tahun kemudian, kelompok yang lebih kecil yang terdiri dari lebih dari 45 ribu orang melaporkan diet mereka untuk kedua kalinya.

Apa Itu Dementia?

Dementia (demensia) bukanlah satu penyakit melainkan kelompok gejala yang menggambarkan penurunan fungsi otak secara progresif yang cukup parah sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari.

Gejala utama dementia antara lain hilang ingatan (terutama memori baru), kesulitan berpikir, berkonsentrasi, atau membuat keputusan, kesulitan berbahasa (sulit menemukan kata), gangguan orientasi (mudah tersesat), perubahan perilaku dan kepribadian, serta kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.

Penyebab dementia bermacam-macam antara lain Alzheimer (penyebab paling umum, ~60-70%), vascular dementia (akibat stroke atau masalah pembuluh darah), Lewy body dementia, Frontotemporal dementia, dan lain-lain (trauma, infeksi, kekurangan vitamin).(*)