UNHAS.TV - Banyak orang masih keliru dalam menggunakan kloset duduk, terutama di fasilitas umum. Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah menggunakan kloset duduk dalam posisi jongkok. Meski tampak sepele, kebiasaan ini sebenarnya sangat berisiko, baik bagi kesehatan maupun keamanan pengguna.
Menurut seorang dokter spesialis bedah digestif, Prof Dr dr Warsinggih SpB SubSp.BD(K) MKes penggunaan kloset duduk untuk jongkok tidak hanya merusak toilet, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan serius.
“Warning, peringatan yang paling serius adalah jangan memaksakan diri menggunakan kloset duduk sebagai kloset jongkok. Ini sangat berbahaya,” tegasnya.
Salah satu risiko utama adalah kemungkinan pecah atau rusaknya kloset akibat tekanan yang tidak semestinya. Kloset duduk dirancang untuk menahan beban dalam posisi duduk, bukan jongkok.
Jika tekanan yang diberikan melebihi batas ketahanan material, kloset bisa retak atau bahkan pecah, yang dapat menyebabkan cedera serius.
.webp)
Selain itu, posisi jongkok di atas kloset duduk dapat meningkatkan risiko jatuh. “Risikonya besar, bisa jatuh, kaki masuk ke dalam lubang kloset, atau bahkan tergelincir, apalagi jika toilet dalam kondisi licin,” jelas Prof. Warsinggih. Kejadian ini dapat menyebabkan cedera pada kaki, pergelangan tangan, atau bagian tubuh lainnya.
Dari segi kesehatan, penggunaan kloset duduk dalam posisi jongkok juga dapat memberi tekanan berlebih pada area anus. Tekanan ini bisa memicu atau memperparah kondisi seperti ambeien (hemoroid), terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tersebut.
Meskipun sebagian orang terbiasa menggunakan kloset jongkok, Prof. Warsinggih menyarankan untuk memilih fasilitas yang sesuai.
“Kalau memang terbiasa jongkok, sebaiknya pilihlah kloset jongkok yang memang didesain untuk itu. Jauh lebih aman dan nyaman,” tambahnya.
Selain risiko kesehatan dan keselamatan, kebiasaan ini juga dapat berdampak pada fasilitas umum. Toilet yang rusak akibat penggunaan yang tidak sesuai akan meningkatkan biaya perbaikan dan mengurangi kenyamanan pengguna lain. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk lebih bijak dalam menggunakan fasilitas umum.
"Keselamatan dan kesehatan adalah prioritas utama saat menggunakan fasilitas umum," tegas Prof Warsinggih saat ditemui di Departemen Ilmu Bedah, Lantai 3 Gedung A, RSP Unhas, Makassar.
Sebagai langkah pencegahan, selalu pastikan untuk menggunakan kloset sesuai dengan desain dan peruntukannya. Jika berada di tempat umum, pastikan kloset dalam kondisi bersih sebelum digunakan, baik itu kloset duduk maupun jongkok. Keselamatan dan kesehatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam menggunakan fasilitas umum.
Dengan memahami risiko yang ada, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli dan menghindari kebiasaan yang berbahaya ini. Jangan abaikan peringatan ini demi keselamatan dan kesehatan Anda! (*)
(Venny Septiani Semuel / Unhas.TV)