MAKASSAR, UNHAS.TV - Dua terduga pelaku penembakan di satu masjid di San Diego, Amerika Serikat, ditemukan tewas dengan luka serius akibat tembakan. Kedua terduga pelaku ditemukan di dekat lokasi kejadian.
Namun, kejadian itu juga membuat satu penjaga masjid terbunuh akibat tembakan. Kepala Polisi San Diego Scott Wahl menyebut penjaga masjid itu sebagai pahlawan yang menyelamatkan banyak jiwa lainnya.
Polisi menyebut satu terduga pelaku diidentifikasi bernama Clain Clark. Beberapa jam sebelum penembakan di dekat masjid, seorang perempuan mengaku kepada polisi bahwa anak dan mobilnya hilang bersama dengan tiga senjata.
Seusai polisi berhasil mengamankan tempat kejadian, sejumlah anak-anak sekolah dasar yang sedang belajar di masjid itu, langsung dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
ke Penyelidikan polisi menunjukkan penyerangan itu dipicu oleh perasaan benci terhadap golongan Islam. Polisi juga menemukan catatan bernada kebanggan atas ras tertentu.
Polisi masih terus melakukan pendalaman karena sikap benci terhadap Islam terlihat makin marak. Pada tahun lalu, Badan Hubungan Islam Amerika (CAIR) menerima 8.683 keluhan diskriminasi anti Muslim. Angka ini dhitung sejak 1996. Kebencian mulai makin naik saat perang di Gaza pada 2023.
"Tidak seorang pun pantas merasa takut atas keselamatannya ketika sedang beribadah atau belajar di sekolah," kata Tazheen Nizam, Direktur Eksekutif CAIR San Diego.(*)
MASJID - Masjid San Diego diserang oleh dua remaja yang menggunakan senapan. Dua terduga pelaku tewas di lokasi kejadian. Foto: tangkapan layar ABC.








