MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) menyiapkan mobil listrik untuk mendukung akses peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dari kalangan disabilitas saat mengikuti visitasi lokasi ujian, Senin (20/4/2026).
Fasilitas itu dipakai untuk mengantar peserta kalangan disabilitas dari Kantor Pusat Disabilitas Unhas menuju lokasi ujian di Magister Kenotariatan Fakultas Hukum.
Sebanyak 25 orang terlibat dalam kegiatan itu. Mereka terdiri atas calon peserta UTBK penyandang disabilitas dan student volunteer dari Pusat Disabilitas Unhas.
Visitasi ini menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi dan pendampingan menjelang pelaksanaan UTBK yang dilaksanakan mulai 22 April 2026.
Penyediaan mobil listrik itu menunjukkan upaya kampus memperluas aksesibilitas, bukan hanya di ruang ujian, melainkan sejak tahap persiapan.
.webp)
MOBIL LISTRIK - Unhas menyiapkan mobil listrik untuk mendukung akses peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dari kalangan disabilitas saat mengikuti visitasi lokasi ujian di Fakultas Hukum, Senin (20/4/2026). (Dok Pusdis Unhas)
Di lingkungan kampus yang luas, jarak antargedung kerap menjadi kendala tersendiri, terutama bagi peserta dengan kebutuhan mobilitas khusus. Karena itu, fasilitas transportasi internal dinilai penting agar peserta dapat menjangkau lokasi ujian dengan lebih mudah, aman, dan nyaman.
Dalam visitasi tersebut, peserta diajak mengenali rute menuju ruang ujian, kondisi sekitar lokasi, serta tata letak fasilitas yang akan mereka gunakan pada hari pelaksanaan.
Pengenalan langsung itu diharapkan membantu peserta membangun orientasi ruang sejak awal sekaligus mengurangi kecemasan menjelang ujian.
Koordinator Divisi Layanan dan Mediasi Pusat Disabilitas Unhas, Andi Nurlela, mengatakan dukungan mobil listrik merupakan bentuk layanan konkret kampus untuk menekan hambatan mobilitas yang mungkin dialami peserta.
“Penyediaan mobil listrik ini merupakan bentuk dukungan nyata agar peserta dapat menjangkau lokasi ujian dengan lebih mudah dan nyaman. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada hambatan mobilitas yang dapat mengganggu kesiapan peserta dalam menghadapi UTBK,” kata dia.
Menurut Andi, pendampingan terhadap peserta disabilitas tidak dimulai saat ujian berlangsung, melainkan jauh sebelumnya. Kampus, kata dia, berupaya memberi layanan menyeluruh agar peserta datang ke ruang ujian dengan kesiapan yang cukup, baik secara teknis maupun psikologis.
“Kami berupaya menghadirkan layanan yang menyeluruh, termasuk pada kegiatan visitasi seperti ini, sehingga peserta memiliki gambaran yang jelas sekaligus merasa lebih siap dan percaya diri,” ujarnya.
Fasilitas mobil listrik dalam kegiatan ini tak hanya berfungsi sebagai alat transportasi. Kehadirannya juga menjadi penanda pendekatan layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan peserta.
Bagi sebagian peserta, kemampuan menjangkau lokasi tanpa kelelahan berlebih bisa memengaruhi kondisi fisik dan mental menjelang ujian. Kampus tampaknya ingin memastikan bahwa energi peserta tidak habis di perjalanan sebelum ujian dimulai.
.webp)
MOBIL LISTRIK - Unhas menyiapkan mobil listrik untuk mendukung akses peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dari kalangan disabilitas saat mengikuti visitasi lokasi ujian di Fakultas Hukum, Senin (20/4/2026). (Dok Pusdis Unhas)
"Visitasi itu juga menjadi ruang perkenalan awal antara peserta dan student volunteer yang akan mendampingi mereka saat UTBK berlangsung," jelas Nurlela.
Interaksi tersebut penting untuk membangun komunikasi dan rasa percaya. Dalam skema pendampingan, relasi awal semacam ini kerap menentukan kenyamanan peserta saat menghadapi situasi yang menegangkan.
Langkah Unhas ini memperlihatkan bahwa inklusi tidak berhenti pada penyediaan fasilitas formal. Aksesibilitas, dalam praktiknya, mencakup seluruh proses yang dilalui calon mahasiswa, mulai dari datang ke lokasi, mengenali ruang ujian, hingga menjalani ujian tanpa hambatan.
Melalui penyediaan mobil listrik dalam visitasi UTBK ini, Unhas menegaskan diri sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga berusaha menegakkan prinsip kesetaraan akses.
Bagi peserta disabilitas, dukungan semacam ini bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan bagian dari hak untuk memperoleh kesempatan yang setara dalam memasuki pendidikan tinggi. (*)
MOBIL LISTRIK - Unhas menyiapkan mobil listrik untuk mendukung akses peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dari kalangan disabilitas saat mengikuti visitasi lokasi ujian di Fakultas Hukum, Senin (20/4/2026). (Dok Pusdis Unhas)

-300x170.webp)






