Makassar
Sosial

Perumda Pasar dan IBK Nitro Buka Beasiswa bagi Anak Pedagang di 7 Pasar Tradisional

BEASISWA - Perumda Pasar Makassar Raya dan IBK Nitro membuka beasiswa bagi 35 anak pedagang melalui kemitraan pendidikan di Makassar, Rabu (22/7/2026). (Dok Perumda Pasar Raya)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Perusahaan Umum Daerah Pasar Makassar Raya menggandeng Institut Bisnis dan Keuangan Nitro Makassar membuka program beasiswa pendidikan tinggi bagi anak-anak pedagang pasar.

Pada tahap awal, sedikitnya 35 calon mahasiswa dari tujuh pasar tradisional akan memperoleh kesempatan mengikuti program tersebut.

Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief, mengatakan program itu dirancang sebagai bentuk penghargaan kepada pedagang yang tertib memenuhi kewajibannya kepada perusahaan daerah.

Kerja sama tersebut juga ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga pedagang kecil yang selama ini terkendala biaya kuliah.

“Kerja sama ini menjadi peluang untuk memberikan semacam penghargaan kepada pedagang yang rajin membayar kewajibannya kepada Perumda Pasar,” kata Ali Gauli, Rabu (22/7/2026).

Program Beasiswa Jalur Kerja Sama itu menawarkan biaya kuliah sebesar Rp350 ribu per bulan. Penerima beasiswa juga dibebaskan dari biaya pendaftaran dan uang pangkal.

Skema tersebut dinilai dapat mengurangi beban keluarga pedagang yang ingin menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi.

Menurut Ali, pedagang pasar memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat. Namun, sebagian di antara mereka masih menghadapi keterbatasan dalam membiayai pendidikan anak.

Karena itu, kerja sama dengan IBK Nitro diarahkan sebagai investasi jangka panjang bagi keluarga pedagang.

“Terutama bagi pedagang kecil, agar anak-anak mereka tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tinggi dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Jaring dari 7 Pasar

Pada tahap pertama, program tersebut akan menjaring peserta dari Pasar Sentral, Pasar Butung, Pasar Pa’baeng-baeng, Pasar Terong, Pasar Daya, Pasar Toddopuli, dan Pasar Pannampu. Setiap pasar akan mengusulkan lima anak pedagang sebagai calon penerima beasiswa.

Ali mengatakan program ini tidak hanya memberikan keringanan biaya pendidikan. Perumda Pasar ingin mendorong anak-anak pedagang meningkatkan kompetensi, memperoleh pengetahuan baru, serta memiliki peluang kerja dan usaha yang lebih luas.

Sosialisasi program dilakukan jajaran IBK Nitro saat mengunjungi Kantor Perumda Pasar Makassar Raya. Pertemuan tersebut menjadi awal kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pasar tradisional.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis IBK Nitro Makassar, Sujatmiko, mengatakan program beasiswa itu disusun untuk memberikan pilihan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, keuangan, dan ekonomi digital.

IBK Nitro menawarkan sejumlah program studi, antara lain Diploma III Keuangan dan Perbankan, Sarjana Manajemen, Bisnis Digital, serta Kewirausahaan.

Program Studi Manajemen memiliki beberapa konsentrasi, yakni Manajemen Keuangan, Manajemen Perbankan, Manajemen Pasar Modal, dan Manajemen Perbankan Syariah.

Sujatmiko menjelaskan, mahasiswa reguler biasanya dikenai biaya pendaftaran Rp300 ribu, uang pangkal Rp6 juta, serta uang kuliah sekitar Rp4 juta per semester.

Melalui program kerja sama, biaya pendaftaran dan uang pangkal dibebaskan, sedangkan uang kuliah ditetapkan Rp350 ribu per bulan. “Selisih biaya tersebut ditanggung oleh mitra kami,” katanya.

Ia berharap penerima beasiswa kelak memiliki kemampuan di bidang bisnis, keuangan, dan kewirausahaan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga sekaligus memperkuat daya saing usaha para pedagang.

Perumda Pasar dan IBK Nitro berencana mengembangkan kerja sama serupa agar menjangkau lebih banyak pasar. Kolaborasi itu juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi program pelatihan usaha dan pemberdayaan keluarga pedagang.

“Dengan akses kuliah yang lebih terjangkau, anak-anak pedagang pasar memiliki kesempatan yang sama untuk meraih gelar sarjana,” ujar Sujatmiko. (*)