MAKASSAR, UNHAS.TV - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen pada 2029. Target tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk mendorong investasi sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun, target tersebut dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan di tengah kondisi ekonomi domestik dan ketidakpastian pasar global.
Target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029 menjadi salah satu sasaran utama pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional atau RPJMN 2025–2029.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mendorong investasi sebagai salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga menargetkan realisasi investasi sekitar 13 ribu triliun rupiah sepanjang periode 2025 hingga 2029.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Prof Marsuki DEA PhD menilai upaya meningkatkan investasi dapat menjadi salah satu langkah untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi tersebut.
Menurutnya, pembentukan lembaga yang bertujuan menghimpun dana dan investasi merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan aktivitas investasi.
“Ya, kalau target 2029, sebenarnya salah satu upaya pemerintah untuk mengejar itu ini juga. Mendirikan ini untuk mengumpulkan dana dan investasi, mendorong kegiatan investasi lebih tinggi," ujar Prof Marsuki.
"Harapannya begitu kan, tapi kan tidak semudah itu. Pasar global belum tentu bisa membaca ini secara positif, apalagi pasar modal kita kan selama ini agak gonjang-ganjing ya,” lanjutnya.
Meski demikian, Prof Marsuki menilai pencapaian pertumbuhan ekonomi 8 persen tidak semudah yang diharapkan. Kondisi pasar global dan pasar modal nasional yang masih menghadapi ketidakpastian menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan.
Selain faktor eksternal, kondisi perekonomian domestik juga dinilai masih menjadi tantangan. Pemerintah perlu memperkuat fundamental ekonomi serta memastikan berbagai kebijakan investasi mampu mendorong aktivitas ekonomi secara nyata.
Target pertumbuhan 8 persen juga menuntut peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, diperlukan strategi yang terukur dan kebijakan yang konsisten.
Penguatan sektor produktif, peningkatan investasi, serta kemampuan menghadapi dinamika ekonomi global menjadi sejumlah faktor penting untuk mencapai target tersebut.
Target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 bukanlah hal yang mustahil. Namun, pencapaiannya membutuhkan penguatan fundamental ekonomi, peningkatan produktivitas, serta kebijakan yang mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan.
(Andrea Ririn Karina / Unhas.TV)
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Marsuki DEA PhD saat tampil dalam program Econotalks di Unhas TV, Rabu (19/8/2026). (Unhas TV/Andrea Ririn Karina)








