
Striker Hugo Ekitike membuka gol Liverpool ke gawang West Ham di menit ke-5. (the sun)
Alih-alih menyerah, West Ham bangkit di babak kedua. Soucek memperkecil ketertinggalan setelah memanfaatkan kegagalan Ibrahima Konate menghalau umpan silang Mateus Fernandes. Bola liar disambar gelandang Ceko itu dari jarak dekat.
Gol tersebut mengubah atmosfer stadion. Liverpool yang semestinya bisa mengontrol permainan justru tampak goyah. Cody Gakpo bahkan sempat menyia-nyiakan peluang emas di tiang jauh.
Pada menit ke-70, Gakpo menebus kesalahan. Ekitike kembali menjadi kreator, melewati dua pemain sebelum mengirim umpan mendatar.
Sepakan Gakpo mengarah ke tiang jauh dan berbelok mengenai Aaron Wan-Bissaka sebelum masuk ke gawang.
Keunggulan 4-1 tak serta-merta membuat Liverpool tenang. Dari situasi sepak pojok Bowen, bola melintasi kotak enam yard tanpa tersentuh sebelum disambar Taty Castellanos di tiang jauh. Skor berubah 4-2 dan tekanan kembali terasa.
Kredit patut diberikan kepada pelatih West Ham, Nuno, yang mampu menjaga semangat juang timnya meski masih terjebak di papan bawah. West Ham terus menekan hingga akhirnya petaka datang dari gol bunuh diri.
Jeremie Frimpong, yang masuk sebagai pemain pengganti, menusuk dari sisi kanan dan mengirim umpan datar ke depan gawang.
Bek Axel Disasi yang berusaha menghalau justru membelokkan bola ke gawang sendiri. Skor 5-2 menutup laga dan memadamkan harapan comeback tim tamu.
Kemenangan ini menjaga tekanan Liverpool dalam persaingan menuju Liga Champions musim depan. Meski tampil produktif dengan lima gol dari empat pencetak berbeda, laga ini juga menunjukkan sisi rapuh The Reds yang kerap kehilangan kontrol meski sudah unggul nyaman.
Bagi West Ham, kekalahan ini menjadi pukulan dalam upaya bertahan di kasta tertinggi. Meski menunjukkan perlawanan sengit, efektivitas tetap menjadi pekerjaan rumah besar dalam sisa musim. (*)





-300x200.webp)


