MANCHESTER, UNHAS.TV - Pesta perpisahan Pep Guardiola di Stadion Etihad tidak sepenuhnya berjalan mulus. Manchester City kalah 1-2 dari Aston Villa pada laga terakhir Liga Premier, tetapi perhatian publik justru tersedot ke pidato emosional Guardiola setelah pertandingan.
Dalam siaran langsung Sky Sports, pelatih asal Spanyol itu melontarkan kata kasar saat menutup sambutannya, sehingga stasiun televisi tersebut harus menyampaikan permintaan maaf kepada pemirsa.
Guardiola, 55 tahun, menyampaikan pidato perpisahan di hadapan pendukung Manchester City setelah satu dekade menangani klub.
Ia meninggalkan Etihad dengan warisan besar, termasuk enam gelar Liga Premier, serta tambahan trofi Piala FA dan Piala Liga pada musim terakhirnya. Namun, laga penutupnya tidak berakhir dengan kemenangan. Ollie Watkins mencetak dua gol untuk Aston Villa dan merusak pesta tuan rumah.
Setelah pertandingan, Guardiola berdiri di tengah lapangan. Ia tampak gugup saat mulai berbicara kepada ribuan pendukung City.
“Tolong hening satu menit. Saya sangat gugup. Saya ketakutan sekarang,” kata Guardiola. Ia lalu mempertanyakan besarnya cinta pendukung kepada dirinya. Menurut dia, sambutan itu melampaui apa pun yang pernah ia bayangkan ketika pertama kali datang ke Manchester.
Dalam pidatonya, Guardiola menyebut menjadi manajer Manchester City selama sepuluh tahun sebagai kehormatan besar.
Ia mengatakan video penghormatan yang diputar sebelum pidato terasa panjang karena terlalu banyak trofi, momen, dan emosi yang telah dilalui bersama klub. Namun, ia meminta para pendukung tidak hanya mengingat gelar yang berhasil dimenangi.
Guardiola menegaskan alasan dirinya bertahan begitu lama di City bukan semata karena trofi. Menurut dia, yang lebih penting adalah emosi yang diberikan para pemain kepada pendukung.
Ia berharap selama sepuluh tahun terakhir timnya mampu membuat orang datang ke stadion dengan perasaan gembira, penuh harapan, dan percaya bahwa mereka akan menikmati pertandingan.
“Jangan hanya mengingat trofi yang kami menangkan,” kata Guardiola. “Saya berharap, melalui para pemain luar biasa ini, kami memberi emosi yang membuat orang datang ke sini dan merasa mungkin kami akan bersenang-senang.”
Bagian paling personal muncul ketika Guardiola menyebut keluarganya. Ia mengatakan ayahnya, yang berusia 94 tahun, hadir di tribun.
Ia juga menyebut istri dan anak-anaknya memahami bahwa nama keluarga mereka akan terus melekat di Manchester City, terutama setelah klub memberi penghormatan melalui penamaan bagian stadion.

20 Tropi Pep Guardiola dalam 10 tahun pengabdian di Man City. (The Sun)
Guardiola menyebut hal itu sebagai salah satu kehormatan terbesar yang pernah ia terima dari klub. Guardiola juga menyampaikan terima kasih kepada pemilik klub, Sheikh Mansour, dan chairman Khaldoon Al Mubarak.
Ia kemudian memberi penghormatan kepada sejumlah pemain yang menurutnya telah membangun standar tinggi di City, termasuk Fernandinho, Ilkay Gundogan, Ederson, John Stones, dan Bernardo Silva.
Ia secara khusus mengucapkan selamat kepada Stones dan Bernardo atas karier serta jumlah penampilan mereka bersama klub.
Menurut Guardiola, para pemain yang tersisa memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga standar yang telah dibangun para legenda City. Ia mengatakan tidak pernah membayangkan akan bertahan selama sepuluh tahun di Manchester. Kota itu, katanya, telah menjadi rumah.
Pidato tersebut berubah menjadi sorotan ketika Guardiola menutup sambutannya dengan kalimat spontan.
Ia mengatakan ingin menyampaikan sesuatu yang beberapa hari sebelumnya tidak diizinkan untuk ia ucapkan. “Ini benar-benar menyenangkan,” katanya dengan sisipan kata kasar dalam bahasa Inggris.
Sky Sports segera meminta maaf atas bahasa tidak pantas yang terdengar dalam siaran langsung. Meski demikian, momen itu tidak menghapus suasana emosional di Etihad.
Guardiola menutup pidatonya dengan pesan sederhana kepada pendukung City. Bila suatu saat mereka melihatnya di jalan, di mana pun di dunia, ia meminta mereka datang dan memeluknya.
“Itu akan saya butuhkan,” kata Guardiola. “Merupakan kehormatan besar mewakili klub ini. Setiap keputusan yang saya ambil, bahkan dengan semua kesalahan, selalu saya pikirkan demi yang terbaik untuk klub ini. Saya sangat mencintai kalian.” (*)
PERPISAHAN - Pidato Perpisahan Pelatih Manchester City Pep Guardiola di Etihad Stadium diwarnai tangis dan umpatan, Minggu (24/5/2026). (tangkapan layar The Sun/Getty)



-300x175.webp)
-300x193.webp)



