MAKASSAR, UNHAS.TV – Penerbitan Kampus (PK) Identitas Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Pendidikan Dasar (Dikdas) Jurnalistik 2026 dengan tema “Membentuk Cara Berpikir Jurnalistik, Mengasah Cara Kerja Reporter”.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, di Rumah Kecil PK Identitas Unhas, Kampus Unhas Tamalanrea, Jumat hingga Minggu, 6–8 November 2026.
Ketua Penerbitan PK Identitas Unhas, Fajar S Djuanda, membuka kegiatan tersebut di Ruang Redaksi Rumah Kecil PK Identitas Unhas, Jumat (6/11/2026).
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya budaya membaca sebagai fondasi utama untuk mengembangkan kemampuan jurnalistik.
Fajar menjelaskan bahwa kebiasaan membaca, terutama melalui buku fisik, dapat memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan berbahasa.
Menurut dia, aktivitas membaca membantu seseorang memperkaya kosakata sekaligus memahami penggunaan kata yang tepat dalam penulisan berita.
“Kalau kita rajin membaca, banyak pilihan kata yang bisa digunakan,” ujarnya.
Ia menilai kemampuan memilih kata menjadi salah satu modal penting bagi seorang jurnalis. Seorang reporter tidak hanya perlu mengumpulkan informasi, tetapi juga harus mampu menyampaikan fakta melalui bahasa yang jelas, tepat, dan mudah dipahami pembaca.
Fajar juga mengingatkan peserta agar mengurangi distraksi media sosial. Ia menyarankan mereka tidak langsung membuka media sosial ketika bangun pagi. Kebiasaan tersebut, menurut dia, dapat membantu seseorang membangun fokus sebelum memulai aktivitas sehari-hari.
Kepala Subbagian Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni Fakultas Farmasi Unhas itu juga membagikan pengalamannya selama menjalani magang di PK Identitas.
Meski memiliki latar belakang pendidikan administrasi, ia tetap mengembangkan keterampilan jurnalistik dengan menulis berita mengenai berbagai kegiatan di lingkungan fakultasnya.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kemampuan jurnalistik dapat berkembang melalui praktik langsung.
Ia menilai PK Identitas Unhas memiliki peran penting sebagai ruang belajar bagi anggota untuk mengenal proses kerja jurnalistik, mulai dari mengolah informasi hingga menghasilkan tulisan berita.
Sembilan Pemateri Isi Rangkaian Dikdas
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan memperoleh materi dari sembilan pemateri dengan bidang keahlian berbeda.
Materi tersebut mencakup jurnalisme di tengah disrupsi media digital, storytelling jurnalistik, pendalaman isu, kode etik jurnalistik, sengketa pers, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam peliputan.
Sejumlah pemateri yang hadir antara lain Upi Asmaradhana, Irmawati Puan Mawar, Urwatul Wutsqaa (Detik.com), Andi Fauziah Astrid (UINAM), dan Dr HM Dahlan Abubakar.
Kegiatan ini juga menghadirkan Ibnu Kasir Amahoru, Muhammad Yunus (Suara.com), Sayid Alwy Fauzy AB (CNN), serta Mundrikkan Daeng Nacong (i-NEWS).
Fajar berharap seluruh peserta magang mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan serius dan penuh perhatian. Ia meminta peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru sebagai bekal mengembangkan keterampilan jurnalistik.
“Saya berharap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan serius sehingga ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat,” tutupnya. (*)
DIKDAS JURNALISTIK - Ketua Penerbitan PK Identitas Unhas, Fajar S Djuanda SSos membuka kegiatan Pendidikan Dasar (Dikdas) Jurnalistik 2026 di Ruang Redaksi Rumah Kecil PK Identitas Unhas, Jumat (6/11/2026). Kegiatan bertema “Membentuk Cara Berpikir Jurnalistik, Mengasah Cara Kerja Reporter” ini berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 6–8 November 2026. (Dok PK identitas Unhas)



-300x169.webp)




