Makassar
Pendidikan

PKKMB Pascasarjana Unhas, Gubernur Lemhannas Tekankan Integritas dan Budaya Berpikir Kritis

Pelaksanaan PKKMB Pascasarjana Unhas diikuti 2.462 orang mahasiswa baru di Baruga AP Pettarani, Kamis (13/8/2026). (Dok Humas Unhas)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Dr H TB Ace Hasan Syadzily MSi menekankan pentingnya integritas, pendidikan antikorupsi, dan budaya berpikir kritis bagi calon pemimpin bangsa.

Pesan itu disampaikan Ace Hasan Syadzily dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Pascasarjana (SPs) Universitas Hasanuddin di Baruga AP Pettarani Unhas, Kamis (13/8/2026).

Ace mengatakan kemampuan akademik saja tidak cukup untuk membentuk seorang pemimpin. Menurut dia, kecerdasan harus disertai karakter, integritas, dan keteladanan agar mampu memperoleh sekaligus menjaga kepercayaan publik.

“Bangsa ini tidak hanya cukup dipimpin oleh orang-orang pintar. Selain pintar dan cerdas, kita membutuhkan karakter, penguatan integritas, dan keteladanan,” kata Ace.

Penguatan integritas, kata dia, juga diterapkan dalam sistem pendidikan Lemhannas. Materi integritas dan pendidikan antikorupsi telah dimasukkan ke dalam kurikulum baru bagi peserta pendidikan melalui kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam program pendidikan singkat selama lima hari, peserta tetap mendapatkan pembekalan khusus dari KPK selama setengah hari.

Sedangkan peserta pendidikan reguler Lemhannas yang berlangsung sekitar lima setengah bulan mengikuti workshop penguatan integritas selama tiga hingga empat hari.

Ace menilai perilaku seorang pemimpin selalu berada dalam sorotan masyarakat. Karena itu, konsistensi sikap, kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, serta kecintaan terhadap bangsa menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter.

Selain berbicara soal integritas, Ace mendorong mahasiswa pascasarjana membangun budaya berpikir kritis. Civitas akademika, menurut dia, tidak seharusnya menerima informasi begitu saja, melainkan harus mampu menganalisis, memilah, dan menilai informasi secara objektif.

Kemampuan tersebut dinilai semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat. Mahasiswa pascasarjana diharapkan mampu menggunakan kapasitas akademiknya untuk membaca persoalan secara lebih jernih sekaligus menghadirkan solusi.

Melalui pembekalan tersebut, Lemhannas mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memperkuat karakter dan integritas.

Bekal itu diharapkan dapat melahirkan calon pemimpin yang cerdas, kritis, beretika, serta mampu berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

2.462 Mahasiswa Baru Pascasarjana Unhas

Pelaksanaan PKKMB Pascasarjana Unhas dari seluruh jenjang (S2 dan S3), terdapat 2.462 mahasiswa baru yang diterima dari 4.308 peminat pada Semester Awal Tahun Akademik 2026/2027.

Menariknya, 81 mahasiswa berasal dari 14 negara, menjadi gambaran semakin luasnya daya tarik pendidikan pascasarjana Unhas di tingkat global.

Pesan Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, mahasiswa pascasarjana diharapkan mampu menghasilkan riset yang relevan, inovasi yang berdampak, serta solusi yang memberi nilai tambah bagi masyarakat dan memperkuat daya saing bangsa. 

(Rahmatia Ardi / Zulkarnaen Jumar Taufiq / Unhas TV)