MAKASSAR, UNHAS.TV – Platform transportasi dan pengantaran online kini menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat perkotaan.
Selain membuka peluang pendapatan bagi pengemudi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekosistem platform digital dinilai berpotensi membantu masyarakat menghadapi guncangan ekonomi.
Hal ini menjadi fokus kajian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin melalui riset mengenai kontribusi dan efek pengganda (multiplier effect) ekosistem platform on-demand terhadap tenaga kerja perkotaan dan perekonomian lokal Sulawesi Selatan.
Kajian tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Platform Transportasi dan Pengantaran Online sebagai Peredam Guncangan Ekonomi” yang diselenggarakan FISIP Unhas di Inspiring Room Unhas Hotel and Convention, pada Jumat (16/10/2026).
Kegiatan ini melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), perusahaan platform digital Gojek dan Grab, serta pelaku UMKM.
Pelibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif penelitian sekaligus menghasilkan rekomendasi yang relevan bagi pengembangan ekonomi digital di daerah.
Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan FISIP Unhas, Dr Alem Febri Sonni SSos MSi menjelaskan bahwa FGD ini merupakan bagian dari upaya akademisi untuk mengkaji fenomena sosial yang berkembang di masyarakat melalui riset mandiri dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“FGD ini sebetulnya adalah inisiasi dan kumpulan dari usulan-usulan para dosen dan kemudian dibantu dan didorong oleh target-target yang diberikan oleh Rektor Unhas kepada semua fakultas untuk melakukan riset-riset mandiri yang kemudian bekerja sama dan mengelaborasi dengan beberapa stakeholder yang kemudian bisa menjadi solutif,” ungkap Sonni.
Ia menambahkan, riset tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi yang membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
Dalam pelaksanaannya, tim riset FISIP Unhas telah melakukan survei terhadap 800 responden yang terdiri atas 400 pengemudi platform online dan 400 pelaku usaha atau mitra yang memanfaatkan layanan platform digital.
Survei tersebut mencakup berbagai jenis layanan, mulai dari transportasi online, pengiriman barang, hingga jasa kurir.
Penelitian dilakukan di tiga kota di Sulawesi Selatan, yakni Makassar, Parepare, dan Palopo. Makassar menjadi lokasi dengan jumlah responden terbanyak, sedangkan sisanya berasal dari Parepare dan Palopo.
Ketua Tim Riset Platform Digital 2026 FISIP Unhas, Dr Muhammad Tang Abdullah SSos MSi menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan mengukur perubahan kondisi ekonomi masyarakat sebelum dan setelah terlibat dalam ekosistem platform digital.
Kajian tersebut juga mencakup dampak terhadap pendapatan keluarga serta potensi kontribusi terhadap pendapatan daerah.
“Jadi kita mau tahu bagaimana sebelum mereka terlibat menggunakan platform online dan setelah mereka terlibat secara menggunakan platform online. Dan untuk sementara hasilnya itu ternyata signifikan. Ada perubahan dari segi pendapatan. Dan intinya ada pengaruh positifnya yang sangat signifikan untuk sementara,” jelas Tang.
Hasil sementara penelitian menunjukkan adanya perubahan pendapatan yang positif dan signifikan pada responden setelah terlibat dalam ekosistem platform online.
Meski demikian, temuan tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut untuk mengukur besaran kontribusi ekonomi serta dampaknya terhadap perekonomian daerah secara menyeluruh.
Di sisi lain, penelitian ini turut menyoroti persoalan status ketenagakerjaan para pelaku ekonomi berbasis platform digital.
Posisi pengemudi dan pekerja layanan online sebagai mitra aplikasi memunculkan pertanyaan mengenai kategori hubungan kerja, kepastian regulasi, serta bentuk perlindungan yang dapat diberikan kepada mereka, termasuk melalui kebijakan di tingkat daerah.
Melalui riset ini, FISIP Unhas berharap dapat memberikan masukan berbasis data kepada para pemangku kebijakan dalam merumuskan regulasi yang lebih responsif terhadap perkembangan ekonomi digital.
Hasil penelitian juga diharapkan dapat dituangkan dalam bentuk rekomendasi kebijakan atau policy brief.
Dengan demikian, ekosistem platform transportasi dan pengantaran online diharapkan tidak hanya membuka peluang pendapatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan kepastian serta manfaat yang lebih merata bagi pengemudi, pelaku UMKM, dan masyarakat di Sulawesi Selatan.
(Andrea Ririn Karina / Khaeril Alam Syam / Unhas TV)
Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Platform Transportasi dan Pengantaran Online sebagai Peredam Guncangan Ekonomi” yang digelar FISIP Unhas di Inspiring Room Unhas Hotel and Convention, pada Jumat (16/10/2026). (Unhas TV / Khaeril Alam Syam)
-300x177.webp)
-300x169.webp)
-300x169.webp)


-300x189.webp)


