
Direktur Rumah Sakit Islam Faisal Makassar dr Salwa Mochtar MARS hadir memberikan materi untuk mahasiswa baru MARS Unhas di Hotel Gammara, Makassar, Sabtu (29/8/2026). (Unhas TV/Venny Septiani)
Panitia menghadirkan dua alumni dalam sebuah diskusi singkat. Mereka berbagi pengalaman menerapkan ilmu administrasi rumah sakit dalam pengelolaan organisasi kesehatan maupun pemerintahan.
Sesi itu memberi gambaran kepada mahasiswa baru mengenai tantangan kepemimpinan setelah menyelesaikan pendidikan.
Salah seorang narasumber, Direktur Rumah Sakit Islam Faisal Makassar dr Salwa Mochtar MARS mengapresiasi pelibatan alumni dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru.
Menurut dia, forum tersebut menjadi ruang untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkuat jaringan profesional antara alumni dan mahasiswa.
“Gunakan kesempatan ini untuk belajar. Menjadi seorang pemimpin di rumah sakit atau di mana pun, jangan pernah berhenti belajar,” ujar Salwa.
Salwa mengatakan pengetahuan yang diperolehnya selama mengikuti pendidikan di MARS Unhas dapat diterapkan di tempat kerjanya.
Dalam diskusi, ia membagikan sejumlah praktik baik dan pelajaran yang membantunya mengembangkan organisasi serta menghasilkan perubahan di rumah sakit yang dipimpinnya.
Ia mendorong mahasiswa baru tidak sekadar mengejar capaian akademik. Kemampuan memimpin, membangun jejaring, dan menerjemahkan teori menjadi kebijakan operasional juga dibutuhkan untuk mengelola organisasi kesehatan yang menghadapi tuntutan semakin kompleks.
Narasumber lainnya, Dr dr H Ishaq Iskandar MKes MM MH., membagikan pengalaman menerapkan ilmu MARS dalam sektor pemerintahan. Ishaq kini menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.
Dokter Ishaq memaparkan penggunaan pendekatan administrasi rumah sakit untuk membantu menangani berbagai persoalan kesehatan dan pemerintahan.
Selain diskusi bersama alumni, kegiatan diisi dengan perkenalan antarmahasiswa, permainan pemecah suasana, pembentukan kelompok, serta pembuatan dan penampilan yel-yel.
Rangkaian tersebut dirancang untuk mencairkan suasana serta mendorong interaksi mahasiswa Angkatan 12 dan 13 dengan dosen dan mahasiswa senior.
Aktivitas kelompok juga menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kemampuan bekerja sama di antara peserta yang memiliki latar belakang profesi dan daerah berbeda.
Kolaborasi semacam itu diperlukan karena pengelolaan pelayanan kesehatan melibatkan banyak bidang, mulai dari tenaga medis, manajemen rumah sakit, pembuat kebijakan, hingga pemerintah daerah.
Program Studi MARS Unhas berharap mahasiswa baru tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik selama mengikuti perkuliahan, tetapi juga membangun hubungan profesional yang dapat dipertahankan setelah lulus.
Jejaring tersebut diharapkan membantu mereka bertukar pengetahuan, mencari jalan keluar atas persoalan organisasi, dan mengembangkan layanan kesehatan di wilayah masing-masing.
Melalui penerimaan mahasiswa baru ini, MARS Unhas berupaya mempertemukan profesional kesehatan dalam satu ruang belajar dan kolaborasi.
Semangat itu sejalan dengan tema kegiatan: menyatukan tenaga kesehatan untuk melahirkan pemimpin masa depan yang inovatif, adaptif, dan mampu memberikan dampak bagi organisasi serta masyarakat.



-300x162.webp)




