6. Memperkuat keterlibatan mahasiswa dengan memberikan ruang kreativitas bagi organisasi kemahasiswaan. Wajib ada kesempatan yang memadai bagi organisasi kemahasiswaan untuk terlibat dalam proyek-proyek inovasi, baik dalam bentuk penelitian, kegiatan kewirausahaan, atau program pengabdian masyarakat. Unhas harus bersedia memberi ruang dan mendorong seluruh mahasiswa membentuk organisasi untuk mengembangkan kreativitas mereka dan menjadi agen perubahan yang terlibat dalam pengambilan keputusan stratejik yang terkait kebijakan akademik, pengembangan kurikulum, dan kegiatan ekstrakurikuler.
7. Meningkatkan kolaborasi dan kemitraan eksternal untuk mendukung pengembangan program akademik yang selaras dengan kebutuhan pasar. Kolaborasi dan kemitraan ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di dunia nyata dan meningkatkan kemampuan kerja mereka. Kolaborasi ini harus diyakini bersama akan membuka perluasan jaringan global Unhas dengan lembaga riset terkemuka baik dalam bentuk pertukaran mahasiswa, riset kolaboratif, maupun program pembelajaran bersama bagi peningkatan reputasi internasional Unhas dalam pengembangan mahasiswa dan dosen.
8. Evaluasi dan peningkatan berkelanjutan melalui sistem evaluasi berkala, terukur dan berkelanjutan. Untuk menilai efektivitas dari kebijakan, program, dan budaya organisasi yang telah diterapkan diperlukan umpan balik tingkat kepuasan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pihak eksternal untuk dijadikan sebagai refleksi halhal apa saja yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Selain itu evaluasi secara berkala dan berkelanjutan akan diharapkan dapat mengintegrasikan konsep peningkatan kualitas dalam semua aspekUNHAS, mulai dari sistem akademik, sistem pengelolaan keuangan serta aset dan modal manusia. Unhas harus bisa menyediakan saluran komunikasi yang efektif dan terbuka di setiap tingkatan universitas secara terpadu dan memastikan bahwa seluruh anggota sivitas akademika dapat menyampaikan ide dan masukan terkait transformasi budaya. Pentingnya perubahan budaya organisasi akan membangkitkan energi setiap individu dalam memberi kontribusi bagi pengembangan Unhas.
Penutup
Sebagai penutup kertas kerja ini, saya menegaskan kembali bahwa Unhas harus melangkah dengan visi yang selaras dengan kapasitas dan keunikannya geopolitiknya yaitu benua maritim dan kepulauan.
Unhas bukan hanya harus unggul dalam tridharma pendidikan tinggi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, tetapi sebagai universitas berkelas dunia juga harus mampu menjawab tantangan peradaban lokal, nasional, regional dan global.
Unhas harus memiliki keinginan bertransformasi secara global tanpa mengabaikan identitas kearifan lokal Sulawesi Selatan sebagai akar budayanya. Melalui semangat kemandirian yang kuat, Unhas diharapkan mampu mencetak lulusan yang berkarakter, berdaya saing, serta menjadi bagian dari ide dan gagasan pembangunan berkelanjutan.
Saya percaya bahwa perubahan transformasi ini hanya mungkin tercapai melalui kepemimpinan yang bersifat visioner, kolaboratif dan inklusif, dengan mengandalkan partisipasi seluruh sivitas akademika dan para pemangku kepentingan seperti alumni, mitra industri, serta masyarakat. Unhas tidak boleh berada di ruang hampa menara gading dan merasa mampu berjalan sendiri, melainkan harus hadir bersama di ruang-ruang rumah besar dan membagi gagasan inovatif, kolaborasi lintas disiplin, dan membangun jejaring global.
Teknologi informasi terpadu yang menghasilkan tata kelola yang terbuka dan akuntabel, Unhas dapat mengoptimalisasikan seluruh potensinya membangkitkan potensi kinerja akademik unggul yang memberi dampak terhadap peningkatan peradaban masyarakat dunia.
Akhirnya, saya Muhammad Iqbal Djawad Calon Rektor UNHAS 2026-2030 meyakini bahwa Unhas telah berada pada "point of no return" untuk melangkah sebagai poros pengetahuan dan inovasi maritim–kepulauan dunia.
Melalui komitmen kepemimpinan yang teguh pada integritas dan nilai-nilai akademik, keberlanjutan, dan kemajuan bersama, insyaAllah saya akan membawa UNHAS mewujudkan identitasnya yang unggul, mandiri, dan mendunia.(*)