Mahasiswa
Sulsel

Portal Banjir Berbasis QR Code Karya Mahasiswa KKN Unhas Bikin Warga Tappanjeng Lebih Siaga

PORTAL INFORMASI - Mahasiswa KKN Unhas Jihan Afifah memperkenalkan portal informasi banjir berbasis QR Code di Tappanjeng, Bantaeng, Senin (10/8/2026). Portal informasi untuk memudahkan warga mengakses mitigasi kebencanaan secara digital langsung. (Dok KKN-T Unhas)

BANTAENG, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Hasanuddin  (KKN-T Unhas) mengembangkan portal informasi kebencanaan berbasis QR Code di Kelurahan Tappanjeng, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.

Program itu diperkenalkan dalam Seminar Hasil Program Kerja KKN di Cafe Racer, Tappanjeng, Bantaeng, Senin (10/8/2026).

Inovasi tersebut ditujukan untuk mempermudah warga memperoleh informasi mengenai potensi banjir dan langkah kesiapsiagaan melalui telepon pintar.

Program bertajuk “Digitalisasi Informasi Kebencanaan Tappanjeng melalui Portal Informasi Berbasis QR Code” dikembangkan Jihan Afifah S. Asri, mahasiswa Teknik Perkapalan Unhas yang tergabung dalam KKN Tematik Pemberdayaan Masyarakat Pesisir.

Melalui pemindaian QR Code, warga dapat mengakses sejumlah informasi dalam satu portal digital. Informasi tersebut meliputi peta rawan banjir dan jalur evakuasi, prakiraan cuaca, kontak darurat, materi edukasi dan mitigasi banjir, serta panduan kesiapsiagaan menghadapi bencana.



PORTAL INFORMASI - Mahasiswa KKN Unhas Jihan Afifah memperkenalkan portal informasi banjir berbasis QR Code di Tappanjeng, Bantaeng, Senin (10/8/2026). Portal informasi untuk memudahkan warga mengakses mitigasi kebencanaan secara digital langsung. (Dok KKN-T Unhas)


Portal tersebut juga menyediakan Form Laporan Banjir. Fitur ini memungkinkan masyarakat menyampaikan informasi mengenai kejadian banjir di lingkungan sekitar. Laporan yang masuk dapat dipantau Relawan SI SIGAP Tappanjeng sebagai informasi awal mengenai kondisi di lapangan.

“Portal ini saya kembangkan untuk mempermudah masyarakat Tappanjeng mengakses informasi kebencanaan dalam satu media digital,” kata Jihan.

Menurut Jihan, fitur pelaporan banjir juga dapat dimanfaatkan warga dengan mengakses portal melalui QR Code.

Dalam seminar hasil, mahasiswa KKN-T Unhas turut mempraktikkan cara mengakses portal dan menjelaskan fungsi setiap fitur kepada masyarakat serta pemangku kepentingan.

Program itu juga diarahkan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan serta SDGs 13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim.

Seminar dihadiri perwakilan Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Bantaeng, Camat Bantaeng, Lurah Tappanjeng, serta jajaran Tim Penggerak PKK. Portal tersebut diharapkan tetap dimanfaatkan warga sebagai media informasi dan kesiapsiagaan banjir setelah program KKN berakhir. (*)