Sport

Pramusim Arsenal Berantakan, Arteta Diburu Waktu Menjelang Community Shield

Trio pemain asal Spanyol, Martin Zubimendi, Mikel Merino, dan David Raya yang belum bergabung dengan latihan Arsenal karena masih liburan usai main di Piala Dunia 2026. (Screenshot The Sun)

LONDON, UNHAS.TV – Dua kekalahan beruntun dalam laga pramusim memberi peringatan dini bagi Arsenal menjelang dimulainya musim baru.

Sang juara bertahan kebobolan enam gol dalam dua pertandingan terakhir ketika sejumlah pemain utama belum kembali dalam kondisi siap bermain setelah tampil di Piala Dunia.

Arsenal takluk 2-3 dari Borussia Dortmund di Stadion Emirates, London, Minggu (7/8/2026). Kekalahan itu terjadi empat hari setelah The Gunners dibungkam Real Betis 1-3 di Dublin. Untuk pertama kalinya sejak April 2023, Arsenal kebobolan sedikitnya tiga gol dalam dua pertandingan secara beruntun.

Catatan itu menjadi persoalan bagi pelatih Mikel Arteta. Arsenal hanya mempunyai waktu enam hari sebelum menghadapi Manchester City pada Community Shield di Cardiff, Minggu (16/8/2026) mendatang.

Laga tersebut menjadi pembuka resmi musim sekaligus ujian awal bagi upaya Arsenal mempertahankan gelar.

Berbeda dengan Arsenal, Manchester City menjalani pramusim dengan skuad yang relatif lebih siap. Tim asuhan Enzo Maresca itu telah memainkan sejumlah pemain utama yang kembali lebih awal, termasuk Antoine Semenyo dan Omar Marmoush.

City juga menunjukkan performa meyakinkan dalam pertandingan persiapan, salah satunya ketika menghadapi Atletico Madrid.

Arteta justru harus bekerja dengan skuad yang belum lengkap. Empat pemain Inggris, Declan Rice, Bukayo Saka, Noni Madueke, dan Ebere Eze, baru memulai persiapan pramusim pada awal pekan ini.

Kondisi serupa dialami Mikel Merino, David Raya, dan Martin Zubimendi setelah keterlibatan mereka bersama tim nasional.

Kapten Arsenal, Martin Odegaard, juga belum sepenuhnya siap. Ia hanya bermain sekitar 30 menit ketika menghadapi Dortmund setelah kembali berlatih pada pekan lalu.

Arteta masih harus meningkatkan kebugaran gelandang asal Norwegia itu sebelum memberinya kesempatan tampil penuh.

Masalah Arsenal semakin rumit karena Jurrien Timber dan William Saliba masih dibekap cedera. Timber mengalami masalah pada pangkal paha, sedangkan Saliba menjalani pemulihan akibat cedera punggung. Keduanya diperkirakan belum tersedia ketika kompetisi dimulai.

Absennya dua pemain itu terlihat jelas dalam pertandingan melawan Dortmund. Pertahanan Arsenal beberapa kali kehilangan organisasi dan gagal mengantisipasi pergerakan lawan.

Cristhian Mosquera terlambat membaca situasi ketika Samuele Inacio bergerak di belakang garis pertahanan dan mencetak gol pembuka Dortmund. Arsenal kemudian harus mengakhiri pertandingan dengan pemain berusia 18 tahun, Theo Julienne, di posisi bek kanan setelah Ben White ditarik keluar.

Situasi tersebut memperlihatkan terbatasnya pilihan Arteta di lini belakang, terutama ketika Timber belum dapat dimainkan.

Arteta mengatakan Timber telah menunjukkan perkembangan positif dalam proses pemulihan. Bek tersebut sudah kembali menjalani sejumlah latihan di lapangan, tetapi masih membutuhkan beberapa pekan sebelum siap bermain.

Saliba menghadapi proses pemulihan yang berbeda. Menurut Arteta, pemain internasional Prancis itu harus mengurangi aktivitas selama sekitar dua pekan agar cedera tidak semakin parah. Arsenal belum dapat menentukan secara pasti kapan Saliba bisa kembali memperkuat tim.

Lini Tengah Minim Pengalaman

Persoalan tidak berhenti di lini belakang. Kekurangan pemain berpengalaman juga terasa di sektor tengah.

Myles Lewis-Skelly harus dimainkan sebagai gelandang bertahan tunggal atau nomor enam, posisi yang bukan merupakan peran utamanya. Minimnya pengalaman Lewis-Skelly di posisi tersebut membuat lini tengah Arsenal beberapa kali mudah ditembus.

Gol kedua Dortmund menjadi gambaran persoalan itu. Konstantino Karetsas membawa bola melewati lini tengah Arsenal dengan relatif leluasa sebelum melepaskan tendangan melengkung yang berbuah gol.

Kondisi tersebut membuat kehadiran Bruno Guimaraes menjadi semakin penting. Pemain Brasil yang baru direkrut Arsenal dengan nilai transfer £75 juta diperkenalkan kepada publik Emirates sebelum pertandingan melawan Dortmund.

Guimaraes berpotensi menjadi solusi cepat bagi Arteta di lini tengah. Namun Arsenal berpacu dengan waktu untuk membangun kebugaran dan pemahamannya terhadap sistem permainan tim sebelum Community Shield.

Arteta diperkirakan akan mencoba mengintegrasikan Guimaraes dalam latihan dan memberinya kesempatan bermain pada pertandingan pramusim terakhir menghadapi Como, Rabu.

Laga itu menjadi kesempatan terakhir untuk menguji kesiapan skuad sebelum Arsenal menghadapi Manchester City.

Kebutuhan terhadap gelandang berpengalaman semakin terasa karena Rice dan Zubimendi belum bermain sejak Piala Dunia. Kemungkinan keduanya tampil sejak awal pada Community Shield juga belum dapat dipastikan.

Arteta membuka peluang mempercepat proses kembalinya sejumlah pemain. Namun keputusan itu akan disesuaikan dengan beban pertandingan setiap pemain selama Piala Dunia.

Menurut Arteta, kondisi pemain yang kembali dari turnamen tidak dapat disamaratakan. Sebagian memperoleh menit bermain tinggi, sementara lainnya hanya tampil terbatas. Program kebugaran mereka karena itu akan disusun secara individual.

Di tengah berbagai persoalan tersebut, Arsenal masih memperoleh catatan positif dari pemain baru Christos Tzolis. Ia melanjutkan performa apik selama pramusim dengan mencatat satu assist dan memenangkan penalti saat menghadapi Dortmund.

Namun performa individu itu belum cukup menutupi kebutuhan Arsenal terhadap pemain-pemain utama mereka.

Arteta tidak memiliki banyak ruang untuk melakukan eksperimen. Setelah Community Shield melawan Manchester City, Arsenal menghadapi rangkaian pertandingan yang berat pada awal musim. Mereka dijadwalkan bertemu Coventry, Aston Villa, dan Chelsea dalam periode awal mempertahankan gelar.

Dua kekalahan pramusim memang tidak menentukan perjalanan satu musim. Namun enam gol yang bersarang ke gawang Arsenal menunjukkan pekerjaan yang harus segera diselesaikan Arteta.

Rice, Saka, Zubimendi, Odegaard, dan pemain utama lainnya kini diburu waktu untuk mencapai kondisi pertandingan. Guimaraes pun harus beradaptasi secepat mungkin.

Jika proses itu terlambat, Arsenal berisiko memasuki periode penting musim dengan skuad yang belum mencapai kekuatan terbaik.

Dalam persaingan gelar yang ketat, beberapa hasil buruk pada awal kompetisi dapat memaksa sang juara bertahan mengejar lawan lebih cepat daripada yang mereka inginkan. (*)