Internasional

Presiden Donald Trump Kritik Paus Leo XIV, Ucapannya Menohok

MAKASSAR, UNHAS.TV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeritik sikap pemimpin Katolik Roma, Paus Leo XIV, yang terkesan tidak mendukung tindakan Amerika Serikat pada perang antara Iran versus Amerika Serikat dan Israel.

Trump menyebut Paus kelahiran Chicago, Amerika Serikat, itu sebagai sosok yang justru memperburuk sikap politik luar negeri Amerika Serikat. "Kami tidak suka Paus yang menyatakan tidak masalah (Iran) memiliki senjata nuklir. Dia seorang yang tidak berpikir bahwa kita seharusnya menekan negara yang mau punya senjata yang dapat menghancurkan dunia," kata Trump kepada media sambil menambahkan, "Saya bukan penggemar Paus Leo".

Pada akun media sosial Truth Social, Trump bahkan menyebut Paus Leo XIV sebagai orang lemah. "Pope Leo is WEAK on Crime, and terrible for Foreign Policy."

Robert Francis Prevost yang bergelar Paus Leo XIV berasal dari Amerika Serikat. Ia lahir di Chicago, Illinois, 14 September 1955, dan merupakan paus pertama dalam sejarah yang berasal dari Amerika Serikat. 

Sejauh ini Paus Leo XIV merupakan salah satu penentang keras tindakan Trump pada perang di kawasan Asia Barat itu. Salah satu kritikan keras Paus Leo XIV dilontarkan saat Trump menyatakan "seluruh peradaban di Iran akan lenyap malam ini. Paus Leo XIV menyatakan, retorita dan ancaman Trump ke rakyat Iran sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.

Padahal, Trump dan Menteri Perang AS, Pete Hegseth, selalu menyatakan bahwa tindakan mereka selama ini telah direstui oleh Tuhan. Hegseth malah beberapa kali membingkai segala pernyataannya dengan menggunakan pembenaran dari kita suci.

"Yesus adalah Raja Damai yang menolak perang sehingga tidak seorang pun yang dapat menggunakan ucapan Tuhan untuk membenarkan peperangan," kata Paus Leo XIV pada ritual Palma Minggu. "Dia (Trump) tidak mendengarkan doa-doa orang yang menolak sikap perangnya."(*)