News

Prof. JJ Wujudkan Pembangunan Tertunda 20 Tahun: Suara Dekan FKM Unhas



Gedung C Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin akhirnya terwujud setelah penantian hampir 20 tahun. Aula yang diberi nama Aula Prof. dr. H. Sirajuddin Beku, S.KM. ini menjadi simbol sejarah baru bagi FKM, karena untuk pertama kalinya fakultas ini memiliki ruang representatif untuk akademik dan kegiatan sivitas. Dekan FKM, Prof. Sukri Palutturi, menegaskan bahwa pembangunan ini adalah buah dari kepemimpinan Rektor Unhas, Prof. JJ, yang berhasil mewujudkan infrastruktur tertunda dan membawa perubahan nyata bagi sivitas akademika. Sebuah legasi berharga yang akan dikenang lintas generasi. Kredit: FKM Unhas.
Gedung C Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin akhirnya terwujud setelah penantian hampir 20 tahun. Aula yang diberi nama Aula Prof. dr. H. Sirajuddin Beku, S.KM. ini menjadi simbol sejarah baru bagi FKM, karena untuk pertama kalinya fakultas ini memiliki ruang representatif untuk akademik dan kegiatan sivitas. Dekan FKM, Prof. Sukri Palutturi, menegaskan bahwa pembangunan ini adalah buah dari kepemimpinan Rektor Unhas, Prof. JJ, yang berhasil mewujudkan infrastruktur tertunda dan membawa perubahan nyata bagi sivitas akademika. Sebuah legasi berharga yang akan dikenang lintas generasi. Kredit: FKM Unhas.


Layak Ditiru

Melihat rangkaian capaian tersebut, Prof. Sukri menegaskan bahwa model dan cara kepemimpinan Prof. JJ layak untuk dilanjutkan pada masa yang akan datang, siapapun yang menjadi rektor Unhas . “Beliau tidak hanya membawa prestasi, tetapi juga menghadirkan pembenahan nyata yang sudah lama dinantikan, khususnya pembangunan di FKM. Ini alasan kuat mengapa legasi kepemimpinan Prof. JJ patut dicontoh dan layak ditiru,” pungkasnya.

Perubahan yang Dirasakan Langsung

Lebih jauh, Prof. Sukri menilai bahwa kepemimpinan Prof. JJ membawa perubahan yang tidak abstrak. Civitas akademika merasakannya langsung: dari pembangunan gedung, perluasan jejaring, hingga peningkatan reputasi Unhas di dunia internasional.

Dalam suasana akademik yang kian kompetitif, langkah-langkah strategis Prof. JJ dinilai bukan hanya penting bagi Unhas, tetapi juga memberi kontribusi bagi bangsa. Sebab, perguruan tinggi bukan hanya mencetak sarjana, melainkan membentuk pemimpin masa depan yang siap mengangkat martabat Indonesia di panggung global.(*)