.webp)
BANTUAN MESIN - Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Benua-Benua, Bonifacius Jonet P. Ashari (kiri), menyerahkan bantuan mesin utama produksi kepada perwakilan UMKM binaan dalam Program TJSL Penguatan UMKM Kendari Caddi.. (Dok TJSL UID Sulselrabar)
Salah seorang peserta, Diana Novita, mengatakan materi pelatihan membantunya memahami cara mengelola dan mengembangkan usaha kuliner.
Perempuan berusia 28 tahun itu juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk bertukar pengalaman dengan peserta dari bidang usaha lain.
“Bantuan mesin produksi menjadi motivasi bagi kami untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kualitas produk,” kata Diana.
Menurut dia, kegiatan serupa perlu dilanjutkan agar lebih banyak pelaku UMKM mendapatkan akses terhadap pengetahuan dan peralatan usaha.
Pendampingan dinilai penting karena tidak semua peserta memiliki pengalaman dalam pemasaran digital ataupun pengembangan merek.
Pelatihan digitalisasi diarahkan untuk membantu pelaku usaha menggunakan media sosial dan kanal daring sebagai sarana promosi.
Peserta juga diperkenalkan pada pentingnya identitas produk, tampilan kemasan, serta informasi yang perlu dicantumkan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.
Adapun materi legalitas usaha diberikan agar UMKM memahami dokumen yang diperlukan untuk mengembangkan produk dan menjangkau pasar yang lebih luas. Kelengkapan administrasi juga dinilai dapat membuka akses terhadap pembiayaan maupun program pembinaan lainnya.
PLN, Pemerintah Kota Kendari, dan Karang Taruna BASKARA menyatakan akan mendorong keberlanjutan program melalui pemantauan perkembangan peserta.
Program tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha di Kendari Caddi memperbaiki proses produksi, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas jaringan pemasaran.
Penguatan UMKM juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru serta menambah sumber pendapatan masyarakat setempat. (*)








