Mahasiswa
Pendidikan

Pusat Disabilitas Unhas Gelar Talkshow Pembekalan Mahasiswa Baru Difabel

MABA DIFABEL - Peserta mahasiswa baru difabel mengikuti talkshow edukatif Pusat Disabilitas Unhas di Aula PSLH Kampus Tamalanrea, Minggu (23/8/2026). Kegiatan ini membekali mereka dengan wawasan adaptasi perkuliahan dan pentingnya interaksi inklusif di lingkungan kampus. (Zahra Tsabita Sucheng / Unhas TV)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Memasuki lingkungan perguruan tinggi menjadi tahapan baru yang penuh tantangan bagi setiap mahasiswa. Terlebih bagi mahasiswa baru yang berkebutuhan khusus atau disabilitas.

Untuk mendukung proses adaptasi mahasiswa baru difabel, Pusat Disabilitas Universitas Hasanuddin (Pusdis Unhas) menggelar talkshow edukatif bertajuk "Explore. Connect. Thrive: Menapaki Langkah Awal di Kampus Unhas" di Aula Pusat Studi Lingkungan Hidup, Kampus Unhas Tamalanrea, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang diikuti puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa baru difabel dan relawan Pusdis Unhas ini menghadirkan sejumlah pemateri yang membahas berbagai topik strategis.

Materi yang diberikan mulai dari adaptasi perkuliahan, pengembangan diri, pembangunan relasi, hingga pemahaman tentang nilai-nilai inklusivitas di lingkungan kampus.

Kegiatan workshop ini menjadi wadah pembekalan bagi mahasiswa difabel dalam menjalani kehidupan akademik di kampus yang inklusif.

Ketua Panitia Penyambutan Mahasiswa Difabel Pusdis Unhas, Alya Alfitah, menjelaskan bahwa talkshow ini merupakan bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa difabel.

"Kami mengadakan kegiatan ini agar teman-teman lebih aware tentang bagaimana cara berinteraksi dengan teman lain, maupun dengan dosen dan teman sebayanya," ujarnya.

Menurut Alya, salah satu materi yang diberikan adalah sosialisasi terkait fasilitas kebutuhan yang ada di kampus. "Supaya teman-teman ini bisa menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang ada," tambahnya.

Selain itu, panitia juga memberikan materi tentang organisasi dan kepenulisan. "Kami ingin teman-teman setelah mengikuti rangkaian acara dari pagi sampai sore hari ini bisa lebih sadar bahwa mereka bisa terikat organisasi, bisa berkembang melalui organisasi, bisa ikut lomba-lomba, supaya mereka juga lebih tahu di mana bakat dan talenta mereka," jelasnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pemberian wawasan dan strategi menghadapi tantangan di dunia perkuliahan, tetapi juga mendorong terbentuknya interaksi yang lebih terbuka dan saling mendukung antar mahasiswa.

Alya berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antar civitas akademika dalam menciptakan kampus yang semakin ramah difabel, inklusif, dan memberikan ruang yang setara bagi seluruh mahasiswa untuk berprestasi.

(Zahra Tsabita Sucheng / Unhas TV)