MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah National Moot Court Competition (NMCC) ALSA Piala Mahkamah Agung XXVI. Kompetisi peradilan semu tingkat nasional ini akan berlangsung selama empat hari, 6-9 Februari 2026.
Bertemakan “Misa’ Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate: Bound by Justice Driven by Unity”, kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Event National Moot Court Competition ini menjadi salah satu ajang paling prestisius dalam pengembangan kompetensi praktik hukum mahasiswa.
Saat ditemui setelah pembukaan kompetisi yang digelar di Baruga AP Pettarani Unhas, Jumat (6/2/2026), Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof Dr Hamzah Halim SH MH MAP, menilai kompetisi ini sebagai indikator penting dalam mengukur kualitas serta keterampilan mahasiswa hukum di tingkat nasional.
“Kegiatan ini adalah kegiatan yang levelnya nasional dan menjadi salah satu ajang paling bergengsi bagi mahasiswa hukum. Ini merupakan indikator sekaligus parameter di mana kualitas dan skill mahasiswa berpadu, khususnya mahasiswa hukum,” ujar Hamzah.
Ia menjelaskan bahwa kompetisi moot court merupakan simulasi praktik peradilan yang melatih mahasiswa memahami peran aparat penegak hukum secara utuh, mulai dari hakim, jaksa, hingga advokat.
“Moot court ini adalah praktik bagaimana menjadi jaksa yang baik, bagaimana menjadi majelis hakim yang baik, bagaimana menjadi advokat yang baik, termasuk bagaimana memahami proses pemeriksaan perkara dan berkas acara pemeriksaan (BAP),” jelasnya.
Hamzah juga menegaskan, NMCC ALSA tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-26, yang memiliki sejarah panjang dalam mencetak calon-calon praktisi hukum berkualitas. Ia berharap kompetisi ini tidak hanya berorientasi pada kemenangan semata.
“Kita berharap dari momentum ini bukan sekadar mengejar juara, tetapi membangun komitmen, kesadaran yang tinggi terhadap nilai integritas dan kejujuran di antara mahasiswa,” katanya.
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga dinilai menjadi ruang bertukar pengetahuan dan pengalaman antar mahasiswa hukum dari seluruh Indonesia.
“Ini juga menjadi media bagi peserta untuk saling bertukar informasi, bertukar pengalaman, dan bertukar pemahaman tentang praktik hukum yang ada di Indonesia saat ini,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Hamzah menambahkan bahwa penggunaan Piala Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia menjadi simbol penting dalam kompetisi ini. Para juri yang terlibat berasal dari unsur Mahkamah Agung, kejaksaan, dan advokat profesional.
“Karena piala yang diperebutkan adalah Piala Ketua Mahkamah Agung RI, maka penilaiannya juga melibatkan hakim dari Mahkamah Agung, jaksa, dan advokat, untuk melihat apakah peserta ini layak menjadi hakim, jaksa, maupun pengacara yang baik di masa depan,” tuturnya.
Sebagai tuan rumah, Dekan FH Unhas itu berharap kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan capaian dan wajah kampus kepada peserta dari seluruh Indonesia.
“Dengan Unhas sebagai tuan rumah, ini sekaligus menjadi ajang untuk mempromosikan hal-hal baik dari kampus kita, bahwa capaian Unhas hari ini adalah seperti ini, dan tidak lagi terjebak pada kenangan-kenangan buruk di masa lalu,” pungkasnya.
(Achmad Ghiffary M / Moh Resha Maharam / Unhas TV)
ALSA. Pembukaan National Moot Court Competition (NMCC) ALSA Piala Mahkamah Agung XXVI di Baruga AP Pettarani, Jumat (6/2/2026). Kompetisi peradilan semu tingkat nasional ini akan berlangsung 6-9 Februari 2026 di Unhas. (unhas tv/moh resha maharam)








