Ekonomi
Sulsel

Ramadan–Lebaran 1447 H, PLN Sulselrabar Siagakan 2.315 Personel dan 73 Posko Listrik

PELIHARA JARINGAN - Tim khusus pekerjaan dalam keadaan bertegangan tengah memelihara jaringan tanpa padam di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Desember 2025 lalu. (dok PLN UID Sulserabar)

MAKASSAR, UNHAS.TV - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menyiagakan 73 posko kelistrikan dan 2.315 personel selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap aman dan andal di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

General Manager PT PLN (Persero) UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan kesiapan telah dilakukan dari sisi distribusi, personel, hingga peralatan pendukung.

Menurut dia, momentum Ramadan dan Idul Fitri menjadi periode krusial yang membutuhkan pengamanan sistem kelistrikan secara menyeluruh.

“Selama bulan Ramadan dan perayaan Idul Fitri, kami memastikan kesiapan pasokan listrik agar seluruh masyarakat bisa aman, tenteram, dan dapat menjalankan ibadah serta berkumpul bersama keluarga dalam suasana hangat,” ujar Edyansyah di Makassar, Minggu (2/3/2026).

Ia menegaskan, PLN siap mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan listrik, terutama di tengah kondisi cuaca yang kerap tidak menentu. Berbagai upaya penguatan sistem telah dilakukan untuk menjaga kecukupan daya pada sistem Sulawesi Bagian Selatan.

Menurut Edyansyah, selain memastikan sistem distribusi dalam kondisi prima, PLN juga memperkuat dukungan operasional.

Dalam periode siaga ini, perusahaan menyiapkan 152 unit genset, 30 unit uninterruptible power supply (UPS), 79 unit gardu bergerak, 13 crane, 308 mobil operasional, serta 169 sepeda motor layanan teknis.

Tak hanya itu, 10 tim khusus Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) juga disiagakan. Tim ini bertugas melakukan pemeliharaan dan perbaikan jaringan tanpa harus memadamkan aliran listrik, sehingga potensi gangguan dapat ditekan seminimal mungkin.

PLN juga memperhatikan kebutuhan pengguna kendaraan listrik yang diperkirakan meningkat selama arus mudik dan libur Lebaran.

Sebanyak 69 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah disiapkan di 53 lokasi yang tersebar di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik dapat bepergian dengan tenang selama Ramadan dan Idul Fitri,” kata Edyansyah.

Ia menambahkan, pemeliharaan jaringan telah dilakukan lebih awal untuk mengantisipasi potensi gangguan saat beban puncak. Dengan langkah preventif tersebut, kondisi jaringan distribusi saat ini dinyatakan aman dan siap menghadapi lonjakan konsumsi listrik.

PLN juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan potensi gangguan. Laporan dapat disampaikan melalui fitur Pengaduan pada aplikasi PLN Mobile agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.

Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Sulselrabar, Ahmad Amirul Syarif, menyatakan seluruh personel telah dibekali prosedur siaga dan pola kerja bergilir selama periode Ramadan hingga Idul Fitri. Dengan sistem ini, respons terhadap gangguan diharapkan lebih cepat dan terkoordinasi.

PLN menargetkan tidak hanya menjaga kontinuitas pasokan listrik, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah dan merayakan Idul Fitri.

Dalam periode yang identik dengan peningkatan aktivitas rumah tangga, pusat perbelanjaan, dan fasilitas publik, keandalan listrik menjadi kunci kelancaran. (*)