SELAYAR, UNHAS.TV - Di sela kunjungan ke Kabupaten Kepulauan Selayar, Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc, menyambangi Pulau Bahuluang dan menyusuri kawasan Liang Lipang.
Kedua lokasi tersebut dikenal sebagai destinasi wisata yang memiliki panorama alam eksotis dan potensi wisata geologi yang unik.
Rektor yang akrab disapa Prof JJ itu menyampaikan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Unhas dalam melihat langsung potensi wisata dan pengembangan kawasan kepulauan yang dapat terintegrasi dengan kehadiran Fakultas Vokasi Unhas di Selayar.
Prof JJ mengatakan, Liang Lipang merupakan destinasi yang memiliki daya tarik luar biasa dan berpotensi menjadi tujuan wisata berkelas dunia. “ Ini adalah suatu site yang saya kira akan menjadi tujuan wisata yang spektakuler,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan tersebut tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan nilai ilmiah yang berkaitan dengan sejarah geologi dan ekosistem laut purba.
Ia menjelaskan, keberadaan fosil karang di kawasan Liang Lipang menjadi penanda proses geologis yang telah berlangsung selama jutaan tahun, dan dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata berbasis edukasi dan sains.
“Dari karang masa lalu jutaan tahun yang lalu hingga karang modern yang sangat indah. Ini menunjukkan proses geologis yang sangat sempurna,” jelasnya.
Mantan Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas itu menilai, keberadaan Fakultas Vokasi Unhas di Selayar dapat menjadi momentum strategis dalam mendukung pengelolaan destinasi wisata di wilayah kepulauan secara profesional dan berkelanjutan.
Ia berharap pengembangan kawasan wisata tersebut dapat dilakukan bersama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar agar mampu menjadi destinasi unggulan dengan promosi yang lebih luas.
“Kita harapkan ini bisa dikelola dengan baik, profesional, dan dipromosikan secara maksimal sehingga menjadi wisata unggulan berkelas dunia,” katanya.
Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Liang Lipang, mereka tidak hanya disuguhi panorama alam yang memukau, tetapi juga keramahan masyarakat setempat yang kerap membagikan cerita dan legenda mengenai gua tersebut.

DESTINASI WISATA - Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc menyambangi Pulau Bahuluang dan menyusuri kawasan Liang Lipang di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sabtu (16/5/2026). Kedua destinasi wisata yang dikenal memiliki panorama alam eksotis. (Dok Humas Unhas)
Untuk mencapai Liang Lipang, pengunjung dapat menggunakan perahu motor maupun kapal dari wilayah terdekat di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Meski perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu dan tenaga lebih, pengalaman yang diperoleh dinilai sebanding dengan keindahan alam yang ditawarkan.
Mengenal Budaya Lokal
Kunjungan ke Liang Lipang juga memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal budaya lokal dan kisah-kisah rakyat yang masih hidup di tengah masyarakat sekitar.
Nama “Liang Lipang” sendiri berasal dari legenda yang diwariskan secara turun-temurun oleh warga setempat. Konon, pada masa lampau sekelompok nelayan Bugis singgah di kawasan tersebut saat mengangkut muatan bakau.
Saat beristirahat di malam hari, mereka melihat cahaya terang memancar dari dalam gua. Rasa penasaran mendorong para nelayan memasuki gua untuk mencari sumber cahaya tersebut.
Di dalam gua, mereka menemukan sebuah mutiara besar yang memancarkan cahaya indah di atas kepala seekor lipang atau hewan laut raksasa. Cahaya mutiara itu membuat para nelayan tergoda untuk mengambilnya.
Namun, ketika salah seorang nelayan mencoba mendekati mutiara tersebut, lipang raksasa itu terbangun dan langsung mengejar mereka. Para nelayan pun berusaha melarikan diri dari gua, tetapi terus diburu oleh makhluk tersebut.
Dalam keadaan panik, salah seorang nelayan kemudian membakar muatan bakau yang mereka bawa. Asap tebal dari pembakaran itu memenuhi kawasan gua dan perlahan melemahkan lipang raksasa hingga akhirnya mati di wilayah yang kini dikenal dengan nama Bukit Lipang atau “Bonto Lipang” dalam bahasa Bugis.
Hingga kini, masyarakat sekitar masih meyakini bahwa gua Liang Lipang memancarkan cahaya pada malam Jumat tertentu. Kepercayaan tersebut menjadi bagian dari daya tarik mistis yang semakin menambah pesona wisata alam Liang Lipang di Kepulauan Selayar.
(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)
DESTINASI WISATA - Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc menyambangi Pulau Bahuluang dan menyusuri kawasan Liang Lipang di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sabtu (16/5/2026). Kedua destinasi wisata yang dikenal memiliki panorama alam eksotis. (Dok Humas Unhas)








