MAKASSAR, UNHAS.TV – Keluarga Andi Angga Prasedewa, 32 tahun, relawan Rumah Zakat asal Sulawesi Selatan, mengungkap kecemasan mereka setelah anaknya dilaporkan menjadi korban penculikan oleh militer Israel saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Insiden terjadi ketika Angga beserta tim relawan Rumah Zakat dalam perjalanan dengan misi Global Sumud Flotilla, Senin (18/5/2026) lalu. Angga dan tim menggunakan jalur laut melalui perairan Kepulauan Siprus, Laut Mediterania Timur.
Angga diketahui termasuk satu dari lima relawan internasional yang diculik militer Israel saat mengangkut bahan makanan pokok, air bersih, pasokan medis, dan perlengkapan bayi ke Gaza.
Sebelum keberangkatan ke Gaza, Angga dan tim mengikuti pelatihan kemanusiaan di Turki bersama peserta dari beberapa negara. Mereka kemudian diberangkatkan dengan total 56 kapal yang membawa bantuan.
Keluarga korban baru mengetahui kabar penculikan setelah Angga tidak membalas pesan WhatsApp ibunya, Sutrawati Kaharuddin.
“Karena memang anak saya ini bekerja di Rumah Zakat yang ada di Bandung, dan sudah tiga tahun menangani respon bencana," kata Sutrawati, di kediamannya di Jalan Yusuf Daeng Ngawaing, Kecamatan Rappocini, Makassar.
"Dia ke Gaza membawa bantuan kemanusiaan untuk Palestina. Setelah pesan tidak dibalas, kami langsung mencari informasi ke Global Sumud Flotilla,” jelas Sutrawati.
Suasana di rumah korban dipenuhi kecemasan. Tetangga dan pengurus RT terlihat memberikan dukungan moral, sementara pihak keluarga berharap adanya intervensi pemerintah.
Mereka secara khusus mengharapkan Presiden Prabowo Subianto dapat membantu memastikan keselamatan Andi Angga, menegaskan bahwa dia hadir sebagai aktivis kemanusiaan, bukan teroris.
Pengalaman Tangani Bencana
Andi Angga Prasedewa dikenal sebagai perwakilan Indonesia yang aktif dalam misi kemanusiaan, membawa bantuan melalui program Global FICE Convoi Indonesia ke wilayah konflik.
Relawan ini memiliki pengalaman menangani bencana dan distribusi bantuan di sejumlah wilayah terdampak krisis.
.webp)
RELAWAN - Sutrawati Kaharuddin (kiri), ibu dari Andi Angga Prasedewa saat ditemui di rumah kediamannya di Jl Yusuf Dg Ngawing, Makassar, Selasa (19/5/2026). Andi Angga Prasedewa merupakan relawan Rumah Zakat yang diculik oleh militer Israel saat mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina. (Unhas TV / Wandi Nojeng)
Pihak keluarga menekankan pentingnya perlindungan bagi relawan kemanusiaan dalam konflik internasional.
“Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah diplomatis dan bantuan resmi agar anak kami segera aman. Ini misi kemanusiaan, bukan kegiatan bersenjata,” ujar Sutrawati.
Insiden ini menambah daftar tantangan yang dihadapi para relawan kemanusiaan Indonesia dalam operasi lintas negara, terutama di wilayah konflik yang rawan.
Global Sumud Flotilla sebelumnya telah menekankan bahwa semua relawan membawa bantuan dan tidak membawa senjata.
Kepolisian dan otoritas terkait di Indonesia hingga kini masih memantau perkembangan situasi dan menjalin koordinasi dengan pihak internasional untuk memastikan keselamatan Andi Angga serta empat relawan lain yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.
(Wandi Nojeng / Unhas TV)
RELAWAN - Sutrawati Kaharuddin (kiri), ibu dari Andi Angga Prasedewa memegang foto wisuda anaknya, Angga, saat ditemui di rumah kediamannya di Jl Yusuf Dg Ngawing, Makassar, Selasa (19/5/2026). Andi Angga Prasedewa merupakan relawan Rumah Zakat yang diculik oleh militer Israel saat mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina. (Unhas TV / Wandi Nojeng)
-300x200.webp)







