Lifestyle
Sport

Resep Sunyi Southgate untuk Timnas Inggris: Dari Meja Makan, Foto Keluarga, hingga Kamp Militer

BAGIKAN TIPS - Gareth Southgate sukses membawa timnas Inggris bangkit dengan mencapai semifinal Piala Dunia 2018, menembus dua final beruntun di Euro (2020 dan 2024), serta menempati peringkat ketiga UEFA Nations League 2018/2019. Ia membagikan tips untuk Thomas Tuchel di Piala Dunia 2026. (Tangkapan layar The Sun)

LONDON, UNHAS.TV - Tim nasional Inggris pernah lama hidup dalam bayang-bayang kegagalan. Kekalahan dari Islandia pada Euro 2016 menjadi salah satu titik paling rendah.

Kepercayaan publik runtuh, ruang ganti dipertanyakan, dan tradisi panjang sepak bola Inggris kembali dibebani trauma turnamen besar.

Dari situ Gareth Southgate masuk, bukan hanya membawa taktik, melainkan juga pendekatan psikologis yang mengubah cara pemain merasa sebagai bagian dari tim nasional.

Kisah itu kembali mengemuka setelah BBC One menayangkan drama empat bagian Dear England. Serial tersebut menampilkan bagaimana Southgate menggunakan pendekatan mental, kedekatan personal, dan pengelolaan suasana tim untuk membangun kembali identitas Inggris.

Salah satu adegan memperlihatkan Southgate berada di dekat api unggun bersama para pemain, mengenakan seragam lapangan, dan berbicara tentang ketakutannya sebagai manusia maupun mantan pemain.

Orang yang menyaksikan sebagian proses itu dari dekat adalah Tim De’ath, koki tim nasional Inggris selama 11 tahun.

Ia bekerja bersama skuad Inggris sejak setelah Piala Dunia 2006 dan pernah berada di bawah tiga pelatih: Fabio Capello, Roy Hodgson, dan Gareth Southgate.

Dari dapur, ruang makan, hingga kamp pelatihan, De’ath melihat bagaimana hal-hal kecil di luar lapangan ikut menentukan iklim tim.

Menurut De’ath, Southgate merupakan sosok yang sangat teliti. Ia tidak hanya memikirkan strategi pertandingan, tetapi juga suasana kamar pemain, pola interaksi di ruang makan, dan kenyamanan psikologis selama turnamen panjang.

Southgate, kata dia, menempatkan foto keluarga di kamar pemain agar suasana markas tim terasa lebih dekat dengan rumah.

Ia juga membawa seluruh skuad ke kamp Royal Marines, tempat pemain tidur di sekitar api unggun untuk memperkuat kebersamaan.

Pendekatan itu berbeda dengan masa sebelumnya. Pada era Capello, misalnya, saus tomat dan mayones sempat dilarang dari ruang makan. De’ath menilai keputusan kecil seperti itu dapat memengaruhi suasana kelompok.

Sementara pada Piala Dunia 2014 di Brasil, saat Inggris dilatih Roy Hodgson, tim menghadapi persoalan logistik. Sejumlah makanan yang telah dipesan tidak tersedia ketika mereka tiba di hotel.

Tata Ulang Ruang Makan

>> Baca Selanjutnya