PANGKEP, UNHAS.TV – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin mengajak masyarakat mengubah limbah sekam padi menjadi briket ramah lingkungan melalui program edukasi dan pelatihan yang digelar di rumah Ketua RW 03, Kelurahan Bontomate'ne, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep, Jumat (24/7/2026), sebagai upaya mendorong lahirnya energi alternatif berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat budaya pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Program tersebut menjadi salah satu wujud pengabdian mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam memperkenalkan inovasi sederhana yang mampu mengubah limbah pertanian menjadi sumber energi bernilai ekonomi.
Kegiatan ini dipimpin dan dipertanggungjawabkan oleh Nurmaisyah, mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam KKN Tematik Inovasi Desa.

Mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin mendampingi warga Kelurahan Bontomate'ne mempraktikkan pembuatan briket berbahan sekam padi sebagai energi alternatif ramah lingkungan yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan. (Foto: Dok.Pribadi).
Peserta kegiatan berasal dari masyarakat sekitar, terutama warga yang setiap musim panen memiliki akses terhadap limbah sekam padi hasil penggilingan.
Pemilihan Kelurahan Bontomate'ne dilakukan karena wilayah tersebut merupakan kawasan pertanian yang menghasilkan sekam padi dalam jumlah besar sehingga memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai bahan baku energi alternatif.
Selama ini sebagian besar sekam padi masih dibakar atau dibuang sehingga menimbulkan pencemaran udara dan belum memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Melalui edukasi tersebut, mahasiswa memperkenalkan cara pandang baru bahwa limbah pertanian sesungguhnya merupakan sumber daya yang dapat diolah menjadi produk produktif dan bernilai ekonomi.
Materi pelatihan diawali dengan penjelasan mengenai pengertian briket, manfaatnya sebagai bahan bakar alternatif, serta keunggulan sekam padi sebagai bahan baku yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Penyampaian materi menggunakan bahasa yang sederhana sehingga dapat dipahami oleh seluruh peserta dari berbagai kelompok usia.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan briket mulai dari proses pembakaran sekam menjadi arang, penghalusan bahan, pencampuran dengan perekat, pencetakan, hingga proses pengeringan.
Peserta tidak hanya menyaksikan setiap tahapan, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung sehingga memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif karena warga aktif mengajukan pertanyaan mengenai kualitas briket, daya bakar, hingga peluang pemasarannya.
Pendekatan praktik langsung tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk mengembangkan inovasi serupa dalam skala rumah tangga maupun kelompok usaha.
Pemanfaatan sekam padi sebagai briket sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular yang menempatkan limbah sebagai bahan baku baru sehingga mampu mengurangi pencemaran sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi.
.webp)
Mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Unhas berfoto bersama warga usai pelatihan briket sekam padi berkelanjutan. (Foto: Dok.Pribadi).
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa briket biomassa memiliki potensi menjadi sumber energi terbarukan yang dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil serta menekan emisi karbon apabila diproduksi dengan proses yang tepat.
Indonesia sebagai salah satu negara penghasil padi terbesar di dunia memiliki cadangan biomassa sekam yang sangat melimpah sehingga pengembangan teknologi sederhana seperti ini berpotensi memperkuat ketahanan energi masyarakat pedesaan.
Inovasi berbasis biomassa juga mendukung target pembangunan berkelanjutan melalui pengurangan limbah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih efisien.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa inovasi yang lahir dari desa dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, ekonomi masyarakat yang lebih kuat, dan masa depan energi Indonesia yang semakin berkelanjutan.(*)
Mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin memberikan edukasi pemanfaatan sekam padi menjadi briket ramah lingkungan kepada masyarakat Kelurahan Bontomate'ne, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep. (Foto: Dok.Pribadi).








