Opini

Seri Bumi dan Alquran (Hari 19 Ramadhan 1446 H): Medan Magnet Bumi: Pelindung dan penunjuk arah kehidupan

Prof Dr Eng Adi Maulana ST MPhil

MAKASSAR, UNHAS.TV - Baru-baru ini viral di media sebuah hasil penelitian ilmiah yang menemukan bahwa kutub utara magnet bumi bergerak cepat dari Samudera Arktik menuju ke Siberia. Hal ini kemudian memunculkan banyak spekulasi tentang dampak yang akan ditimbulkan bagi kehidupan di bumi. 

Magnet bumi tadinya bukan merupakan topik yang menarik untuk dibicarakan. Namun, topik ini menjadi bahan perbincangan yang hangat setelah munculnya cerita tentang magnet bumi dalam sebuah film yang berjudul The Core di sekitar tahun 2003.  

Film ini bercerita tentang adanya perubahan medan magnet bumi. Dalam film tersebut dikisahkan bahwa bumi tiba-tiba berhenti berputar dan kehilangan medan magnetnya sehingga menyebabkan kekacauan di muka bumi diantaranya radiasi matahari yang berdampak pada kerusakan alam. 

Masyarakat awam kemudian bertanya-tanya apakah pergerakan medan magnet bumi sekarang ini yang sedang bergerak cepat dan berpindah akan memberikan dampak negatif bagi kehidupan seperti dalam film tersebut? 

Berbicara tentang magnet bumi, saya teringat di masa kecil ketika bermain dengan sebuah magnet. Bagi anak-anak, bermain magnet atau yang juga sering disebut besi berani memang sangat mengasyikkan. Layaknya melakukan sulap, magnet tersebut dapat dengan mudah menangkap benda-benda yang memiliki unsur logam besi di sekitarnya.

Berapa banyak kira-kira di antara kita yang telah mengetahui bahwa bumi sebenarnya adalah sebuah magnet besar? Mungkin jumlahnya tidak seberapa kalau tidak ingin dikatakan sedikit sekali. 

Kecuali orang yang pernah belajar serius fisika di bangku sekolah, banyak diantara kita yang baru mengetahui bahwa bumi adalah sebuah magnet raksasa. 

Medan magnet bumi adalah daerah di sekitar bumi yang masih dipengaruhi oleh gaya tarik bumi. Bumi sebagai magnet raksasa, memiliki kutub magnet, yaitu kutub utara magnet dan kutub selatan magnet. Kutub utara magnet Bumi berada di sekitar kutub selatan bumi, sedangkan kutub selatan magnet bumi berada di sekitar kutub utara bumi.

Medan magnet bumi dihasilkan oleh pegerakan rotasi bumi yang disebabkan oleh adanya aliran listrik pada inti bumi yang padat dipicu oleh gaya konveksi di inti bumi yang cair yang disusun oleh unsur besi dan nikel dan menghasilkan medan magnet. 

Keberadaan medan magnet bumi sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di planet bumi. Medan magnet bumi berfungsi untuk melindungi penduduk bumi dari radiasi kosmik (partikel listrik yang dihasilkan oleh matahari atau benda-benda langit lainnya) yang dapat membahayakan kesehatan. 

Medan magnet bumi juga berfungsi sebagai sistem navigasi atau kompas (penunjuk arah) pada perusahaan penerbangan maupun pelayaran. 

Beberapa jenis hewan seperti burung merpati, penyu, ikan salmon, dan ikan paus menggunakan medan magnet bumi sebagai penunjuk jalan ketika melakukan migrasi. 

Hewan-hewan tersebut memiliki indera yang dapat merasakan medan magnet bumi sehingga dapat membuat semacam peta untuk menuntun mereka selama perjalanan. 

Contoh yang sering kita lihat adalah bagaimana seekor burung merpati bisa mengetahui jalan pulang setelah dibawa ke tempat yang jauh. Merpati bahkan dulunya banyak digunakan sebagai kurir untuk mengantar surat karena kemampuan navigasinya.

Medan magnet bumi tidaklah statis, namun selalu berubah tergantung dari pergeseran pola aliran material di lapisan inti bumi, dan perubahan tersebut akan berdampak pada banyak hal di bumi. 

Diketahui bahwa setiap ribuan tahun sekali, kutub magnet bumi berubah jadi berbalik arah, dimana kutub utara akan berubah menjadi selatan dan kutub selatan berubah menjadi kutub utara. 

Berdasarkan catatan paleomagnetik, kutub-kutub magnet bumi telah berbalik arah sebanyak ratusan kali dari 160 juta tahun terakhir. Perubahan tersebut terjadi dalam skala yang kecil, kecuali beberapa tahun belakangan ini dideteksi perubahan yang sedikit cepat dari biasanya. 

Negara-negara yang terletak di daerah kutub adalah negara yang paling pertama merasakan perubahan tersebut. Bagi Indonesia, yang terletak di wilayah katulistiwa, pergeseran medan magnet bumi tidak akan berdampak signifikan. 

Dengan adanya medan magnet bumi, partikel listrik yang berasal dari ruang angkasa tidak dapat masuk ke seluruh permukaan bumi, tetapi akan tertarik menuju ke kutub-kutub magnet bumi. 

Saat menabrak atmosfer bumi, partikel listrik tersebut terionisasi (peristiwa lepasnya elektron dari inti) dan membentuk plasma lemah (gas super yang dipanaskan agar elektron terlepas dari inti). 

Jika kita berada di daerah sekitar kutub utara, kita akan menyaksikan tampilan indah cahaya plasma yang kemudian dikenal sebagai fenomena Aurora. 

Kutub utara magnet pertama kali ditemukan dengan tingkat akurasi tinggi di tahun 1831. Sejak itu kutub utara magnet telah bergeser ke utara-barat laut sejauh lebih dari 1.100 km dan kecepatan pergeserannya terus meningkat dari sekitar 16 km per tahun menjadi 55 km per tahun. 

Sekitar 42.000 tahun yang lalu, terjadi perubahan medan magnet bumi yang menyebabkan peristiwa kosmik dan perubahan lingkungan ekstrim yang selanjutnya menyebabkan punahnya salah satu spesies homo erectus yaitu manusia purba Neanderthal. 

Masya Allah, sungguh menakjubkan karena keberadaan, mekanisme kerja dan fungsi medan magnet bumi ini telah disampaikan oleh Alquran secara tersirat sejak 1.400 tahun lalu.  

Salah satu bagian dari Al-quran yaitu pada surah Al-Anbiya ayat 32, yang berbunyi: "Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, tetapi mereka tetap berpaling dari tanda-tandanya (yang menunjukkan kebesaran Allah, seperti matahari dan bulan)." 

Ayat ini menjelaskan bahwa medan magnet bumi bertindak sebagai perisai atau pelindung bumi dari pancaran radiasi kosmik dan angin matahari. Tanpa adanya medan magnet bumi ini maka atmosfer akan lenyap dan bumi akan terpapar banyak radiasi sama seperti yang terjadi pada planet Mars.

Dalam ayat lainnya, keberadaan medan magnet bumi ini juga digambarkan pada Surah Al-Fatir ayat 41 yaitu: "Sesungguhnya Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap. Jika keduanya akan lenyap, tidak ada seorang pun yang mampu menahannya selain-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun." 

Di sini dijelaskan bahwa adanya medan magnet bumi membuat rotasi bumi menjadi stabil dan menjadi pelindung bumi dari material material angkasa luar yang akan menghantam bumi. 

Jika medan magnet bumi ini hilang maka atmosfer bumi dan sistem iklim akan runtuh dan menyebabkan ketidakstabilan bagi kehidupan yang ada. Tidak akan ada teknologi apapun yang mampu menggantikan fungsi dari medan magnet bumi dalam melindungi atmosfer dari radiasi yang berasal dari luar angkasa.

Peran medan magnet bumi dalam navigasi bagi makhluk hidup juga telah digambarkan dalam Al-quran yaitu dalam surah An-Nahl ayat 16: "(Dia juga menciptakan) tanda-tanda. Dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk." 

Ayat ini memberikan informasi bahwa bintang-bintang yang dikontrol oleh medan magnet bumi dalam bentuk rasi bintang menjadi pedoman dalam melakukan navigasi baik bagi manusia maupun hewan-hewan sebelum ditemukannya kompas. 

Manusia dalam melakukan pelayaran telah menggunakan tanda-tanda alam di langit dalam mengarungi samudera dan melakukan ekspedisi keliling dunia tanpa adanya bantuan Global Positioning System atau GPS seperti saat ini. 

Di surah Al-Hadid ayat 25, dinyatakan bahwa: "Sungguh, kami benar-benar telah mengutus rasul-rasul kami dengan bukti-bukti yang nyata dan kami menurunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Kami menurunkan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan berbagai manfaat bagi manusia agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa." 

Ayat ini jelas menggambarkan besi sebagai penyusun bumi yang kemudian menghasilkan medan magnet bumi. Selain sebagai bahan baku bagi industri yang penting bagi manusia, material besi inilah yang membentuk medan magnet bumi yang berfungsi sebagai pelindung bumi dan juga penunjuk arah. 

Adalah sebuah hal yang menarik karena 1400 tahun yang lalu, Rasulullah sebagai perantara wahyu, telah memberikan informasi tentang sesuatu yang kompleks ini. 

Pada saat itu, belum ada penelitian satupun yang melaporkan bahwa inti bumi berkomposisi besi yang menghasilkan medan magnet bumi. Pun belum ada satu jurnal yang terbit tentang bagaimana medan magnet bumi melindungi atmosfer dari sinar kosmik dan angin matahari yang membahayakan kehidupan.  

Sungguh Al-quran telah memberikan banyak petunjuk untuk manusia agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan mengelola bumi beserta isinya dengan bijak. 

Allah SWT tidak hanya memberikan nikmat berupa kehidupan di bumi dengan sumberdaya alam yang ada, tetapi Dia juga melindungi kehidupan tersebut dari kehancuran akibat serangan benda langit lainnya yang dapat menghancurkan kehidupan di bumi. 

Saya masih terduduk, memandang langit sambil memegang mushaf quran ditangan, lalu membayangkan apa yang terjadi jika perisai bumi yang dibentuk oleh medan magnet bumi di atas sana tidak berfungsi lagi? Akankah kehidupan ini masih berlanjut?

Wallahualam Bisshawab